Timur Tengah

Sabtu, 09 Februari 2019

Israel Tembak Mati 2 Remaja Palestina, Termasuk Keponakan Haniyeh

Pasukan Israel menembak mati dua Remaja Palestina dalam protes mingguan di perbatasan Gaza-Israel. Salah satu korban penembakan adalah remaja 14 tahun keponakan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh.

Korban kedua adalah remaja berusia 18 tahun. Demo mingguan saban Jumat itu sudah memasuki demo yang ke-46.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan selain dua orang meninggal, tujuh warga Palestina lainnya terluka oleh tembakan pasukan Israel.

Kerabat Haniyeh yang meninggal setelah ditembak pasukan Zionis itu bernama Hassan Shalabi.

Militer Israel, seperti dikutip Haaretz, Sabtu (9/2/2019), mengaku tahu soal laporan dua pengunjuk rasa yang terbunuh. Namun, militer tidak dapat mengonfirmasi bahwa korban adalah remaja 14 tahun. Militer juga tak mengonfirmasi penyebab kematian korban.

Sekitar 7.000 orang demo di beberapa titik di sepanjang perbatasan Israel-Gaza yang bergolak. Militer Israel mengklaim para pemrotes bentrok dengan pasukan dan beberapa dari demonstran telah melemparkan alat peledak dan granat yang mendarat di sisi pagar Gaza.

Menurut data dalam laporan PBB yang dirilis bulan lalu dan dikonfirmasi oleh pejabat keamanan Israel, 295 warga Palestina tewas dan sekitar 6.000 lainnya terluka oleh amunisi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sejak protes dimulai Maret tahun lalu.
SUMBER © OPOSISINEWS.COM     

Jumat, 08 Februari 2019

Laknatullah...! Israel Mau Ubah Masjid Jadi Museum

Pihak berwenang Israel di Tiberias akan mengubah masjid Al-Bahr menjadi sebuah museum. Langkah itu diduga melanggar perjanjian tahun 2000 antara pihak berwenang dan komunitas Palestina di Israel yang sepakat mempertahankan status quo masjid tersebut.

Menurut informasi, kesepakatan yang dicapai pada tahun 2000 itu telah beberapa kali dilanggar. Termasuk dengan adanya serangan terhadap bangunan masjid dan pembakaran. Bahkan masjid itu disebut digunakan oleh pecandu narkoba.

"Kami harus pergi ke Tiberias dan menghentikan penodaan situs suci yang bertujuan menghapus simbol Palestina di kota itu," kata Ketua Komite Tinggi Warga Arab, Mohammad Baraka seperti dilansir Middle East Monitor, Kamis 7 Februari 2019.

Dia menegaskan bahwa warga Arab di Israel tidak akan pernah menerima langkah seperti itu. Mereka berjanji untuk melindungi masjid dan tempat-tempat suci lainnya.

Masjid Al-Bahr yang berarti 'Laut' dibangun pada 1743 oleh penguasa Muslim Tiberias, Al-Zaher Omar. Masjid itu terletak di tepi danau Tiberias atau juga dikenal sebagai laut Galilea. Sejak pendudukan Israel di Palestina pada tahun 1948, masjid itu telah ditinggalkan dan tidak ada Muslim yang diizinkan masuk ke sana. (viva.co.id)

Selasa, 29 Januari 2019

Jenderal Iran Ancam Lenyapkan Israel jika Perang Dimulai

TEHERAN - Seorang jenderal Iran mengancam akan melenyapkan Israel dari peta politik global ketika Tel Aviv memulai perang terhadap Teheran. Menurutnya, rezim Zionis bahkan tidak akan memiliki kuburan di Palestina untuk mengubur mayat orang-orangnya.

Ancaman itu dilontarkan Wakil Kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigadir Jenderal Hossein Salami pada Senin sore. Dia mengatakan strategi Teheran adalah menghapus Israel dari peta politik global.

Ditanya wartawan di Teheran tentang ancaman Israel untuk menyerang pasukan Iran yang dikerahkan di Suriah, Salami menjawab; “Strategi kami adalah menghapus Israel dari peta politik global. Dan tampaknya, mengingat kejahatan yang dilakukan Israel, itu semakin mendekatkan diri pada hal itu."

"Kami mengumumkan bahwa jika Israel melakukan sesuatu untuk memulai perang baru, itu jelas akan menjadi perang yang akan berakhir dengan penghapusannya, dan wilayah yang diduduki akan dikembalikan. Israel bahkan tidak akan memiliki kuburan di Palestina untuk mengubur mayat mereka sendiri," ujar jenderal Teheran tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (29/1/2019).

Komentar Salami menambah rentetan saling ejek antara para pemimpin Israel dan Iran dalam beberapa pekan terakhir karena ketegangan meningkat di perbatasan Israel-Suriah antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan pasukan Iran.

Pekan lalu, Israel dilaporkan melakukan serangan rudal siang hari yang jarang terjadi pada sasaran-sasaran Iran di Suriah. Sebagai tanggapan, Iran menembakkan rudal surface-to-surface (permukaan-ke-permukaan) dari Suriah di Dataran Tinggi Golan utara. Namun, menurut IDF, rudal yang ditembakkan Iran dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome di atas resor ski Gunung Hermon.

Beberapa jam kemudian, pada jam-jam subuh 21 Januari, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan balasan ke sasaran Iran di dekat Damaskus dan terhadap baterai pertahanan udara Suriah yang menembaki jet tempur Israel.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, sebanyak 21 orang tewas dalam serangan Israel di Suriah pada 21 Januari, di mana 12 di antaranya adalah milisi Iran.

Israel melihat keberadaan Iran di Suriah sebagai ancaman utama dan dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan ratusan serangan udara dengan target situs-situs militer terkait Teheran di negara yang dipimpin Bashar al-Assad tersebut.

Awal pekan ini, Kepala Staf Militer Iran Jenderal Mohammad Bagheri mengindikasikan Teheran bersiap untuk mengadopsi taktik militer ofensif untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

"Di antara strategi luas negara itu, ada strategi defensif. Kami mempertahankan kebebasan dan integritas wilayah serta kepentingan nasional negara ini," katanya.

Dia mengatakan Iran tidak bermaksud untuk merebut wilayah asing."Tetapi untuk melindungi pencapaian dan kepentingan nasional kita, kita dapat mengadopsi pendekatan ofensif," ujarnya.

Ancaman Teheran terhadap rezim Zionis muncul setelah militer Republik Islam mengadakan latihan infanteri tahunan, yang melibatkan sekitar 12.000 tentara, jet tempur, kendaraan lapis baja dan drone. (snc)

Jenderal Iran: Israel tak akan punya kuburan yang cukup bila mulai perang

Seorang Jenderal Iran yang juga Wakil Kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Hossein Salami, mengancam akan melenyapkan Israel dari peta politik global bila negeri zionis itu memulai perang.

Ditanya wartawan di Teheran tentang ancaman Israel untuk menyerang pasukan Iran di Suriah, Brigjen Salami menjawab, “Strategi kami adalah menghapus Israel dari peta politik global. Dan mengingat kejahatan yang dilakukan Israel, itu semakin mendekatkan mereka diri pada hal itu,” ancamnya.

Bahkan menurutnya, Israel tidak akan memiliki kuburan yang cukup hingga ke Palestina untuk mengubur mayat orang-orangnya. “Kami mengumumkan bahwa jika Israel melakukan sesuatu untuk memulai perang baru, itu jelas akan menjadi perang yang akan berakhir dengan penghapusannya dan wilayah yang diduduki akan dikembalikan. Israel bahkan tidak akan memiliki kuburan di Palestina untuk mengubur mayat mereka sendiri,” ujar jenderal Teheran tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (29/1/2019).

Komentar sangar Salami ini menambah rentetan saling ejek antara para pemimpin Israel dan Iran dalam beberapa pekan terakhir karena ketegangan meningkat di perbatasan Israel-Suriah antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan militer Iran.

Pekan lalu, Israel dilaporkan melakukan serangan rudal siang hari yang jarang terjadi pada sasaran-sasaran Iran di Suriah. Sebagai tanggapan, Iran menembakkan rudal surface-to-surface (permukaan-ke-permukaan) dari Suriah di Dataran Tinggi Golan utara. Namun, menurut IDF, rudal yang ditembakkan Iran dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome di atas resor ski Gunung Hermon.

Beberapa jam kemudian, pada saat subuh 21 Januari, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan balasan ke sasaran Iran di dekat Damaskus dan terhadap baterai pertahanan udara Suriah yang menembaki jet tempur Israel.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, sebanyak 21 orang tewas dalam serangan Israel di Suriah pada 21 Januari, di mana 12 di antaranya adalah milisi Iran. @SN/LI-15 (lic)

Senin, 03 September 2018

Kirim Surat ke Abbas, Kim Jong-un Nyatakan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina

KAIRO – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dilaporkan telah mengirimkan surat kepada Presiden Palestina, Mahmoud Abbas yang mengungkapkan dukungannya terhadap hak Palestina untuk menjadi negara yang merdeka. Surat itu disampaikan Duta Besar Korea Utara untuk Kairo, Du Hui kepada Otoritas Palestina dalam pertemuan dengan duta besar Palestina untuk Mesir.

Berdasarkan keterangan pers Palestina yang dilansir Jerusalem Online, Senin (3/9/2018), dalam surat tersebut Kim menyatakan bahwa dirinya menyambut upaya dari rakyat Palestina untuk mendapatkan hak mereka yang sah, terutama hak untuk mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Surat itu dikirim sebagai balasan dari surat Presiden Palestina yang memberikan selamat kepada Kim Jong-un atas Peringatan Hari Nasional Korea Utara, Agustus lalu. Abbas menulis dalam suratnya bahwa rakyat Korea Utara telah “memberikan pengorbanan terbesar demi kemerdekaan dan harga diri mereka”.

Abbas juga menyampaikan penghargaan untuk "solidaritas Korea dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina dan perjuangannya untuk mengakhiri pendudukan dan mendirikan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem timur sebagai ibu kotanya". Dia mendoakan kesehatan dan kebahagiaan bagi Kim dan kemakmuran dan kestabilan yang lebih baik bagi rakyat Korea Utara.

SUMBER © OPOSISINEWS.COM
loading...
© Copyright 2019 OposisiNews | All Right Reserved