SOSMED

Kamis, 28 Februari 2019

Orang Papua Sindir Ma'ruf Amin Sering Ngaku Keturunan Berbagai Tokoh, Warganet Ngakak

Dalam setiap kunjungan ke berbagai daerah, cawapres 02 Ma'ruf Amin sering mengklaim dirinya mempunyai ikatan silsilah /garis nasab dari tokoh daerah setempat.
Misalnya, Ma'ruf Amin mengaku sebagai keturunan nenek moyang raja-raja Madura. Di lain waktu mengaku sebagai keturunan Sunan Gunung Jati. Lalu disebut pula sebagai keturuan Prabu Siliwangi. Hal ini terpantau dari jejak digital pemberitaan beberapa media nasional.
 
 
 
Menanggapi itu, tokoh Papua Christ Wamea memberikan komentarnya. Ia menyindir seandainya berkunjung ke Papua, bisa-bisa Ma'ruf Amin akan mengaku keturunan raja dari Papua. 
"Pak Kiai Ma'ruf Amin stp berkunjung ke bbrp drh dipulau Jawa ngakau keturunan dr drh tersbt. Bisa2 berkunjung ke papua pak kiai ngaku lagi keturunan raja dr papua. Pak kiai sebenarnya kampaye sbg cawapres atau calon kepala suku utk Indonesia krn dimn2 hy jlskan garis keturunan.", tulis Christ Wamea di akun twitternya @Christwamea, 27 Februari 2019.

Sindiran tersebut mengundang tawa dan mendapat tanggapan menggelikan dari warganet,





Selasa, 19 Februari 2019

#UninstallJokowi Mendunia, Perlawanan Anak Bangsa Akan Tirani Penguasa

Rakyat Indonesia kembali menunjukkan perlawanan terhadap tirani penguasa. Imbas dari perlakuan semena-mena pendukung petahana, pengguna dunia maya serentak bergerak. Walhasil, mereka berhasil mempermalukan sang penguasa di dunia internasional.

Akhir pekan kemaren, tagar #UninstallJokowi menggema di jagad Twitter. Tagar tersebut menjadi tranding topic nomor satu di dunia dengan lebih dari 500 ribu tweets. Jokowi kembali menjadi terkenal di dunia, hanya saja, masih dengan cara yang negatif.

Aksi spontanitas yang berujung mempermalukan Jokowi ini merupakan wujud perlawanan rakyat terhadap kezaliman penguasa dan pendukungnya. Empat tahun berkuasa, negeri demokrasi ini mulai condong ke arah tirani.

Penguasa anti kritik, pendukungnya suka kalap. Jika ada yang mencoba menentang, maka akan dikriminalisasi atau dibully. ‘Serangan’ terhadap Bukalapak oleh para Jokowers, adalah salah satu contohnya.

Belum lama ini, musisi Ahmad Dhani juga mengalami hal serupa. Lantaran lantang menentang penguasa, ia dijebloskan ke penjara. Begitu pula dengan  nasib beberapa aktivis sebelumnya.

Memang, di rezim Jokowi, kedudukan semua orang di hadapan hukum tak lagi sama. Setiap jalan politik yang mereka tempuh, akan menjadi pembeda. Memilih berseberangan dengan penguasa, hukum berlaku tajam terhadap mereka. Namun, jika merapat ke lingkaran kekuasaan, maka mereka akan selalu diselamatkan.

Tak heran jika indeks demokrasi bangsa sejak Jokowi berkuasa, menurun dengan tajam. Sebab ada tiga aspek yang menentukan indeks demokrasi itu yaitu kebebasan sipil, hak politik masyarakat dan efektifnya lembaga demokrasi. Tak ada satupun dari ketiga aspek itu yang kini menjadi lebih baik dari era pemerintah terdahulu, malah yang ada, semakin memburuk.

Rakyat sudah muak dengan kelakuan penguasa yang bertangan besi. Karena itu mereka menyuarakan #UninstallJokowi, agar lima tahun lagi, ia tidak lagi memimpin negeri ini. Sudah sepatutnya, presiden untuk diganti.

Bagi sebagian rakyat, penggantian presiden ini menjadi harapan untuk perbaikan bangsa ini ke depan. Untuk kembali menegakkan keadilan, menghentikan diskriminasi, kriminalisasi, dan mengembalikan kebebasan rakyat dalam mengemukakan pendapat.

Lalu, yang tak kalah pentingnya adalah memperbaiki kondisi ekonomi yang porak-poranda akibat pengelolaan yang semrawut. Kurangi utang negara dan cegah skandal korupsi di tingkat elite.

Sebuah lembaga survei, Indonesia Development Monitoring (IDM), baru-baru ini merilis hasil kajiannya terhadap kepuasan para pelaku ekonomi pasar tradisional terhadap kinerja ekonomi pemerintahan Jokowi. Hasilnya seperti yang diduga, lebih dari 77 persen responden mengaku kapok memilih Jokowi karena dianggap ingkar janji.

Saat kampanye dulu, Jokowi mengumbar seabrek janji, termasuk membangun ekonomi kerakyatan dan memprioritaskan pasar tradisional. Tapi apa daya, setelah terpilih menjadi pemimpin negeri, janji tinggal janji. Hanya sedikit yang diwujudkan karena banyak yang dilupakan.

Empat tahun rezim berjalan, ekonomi terus mengalami kemerosotan. Harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi, harga BBM mahal, dan tarif dasar listrik melonjak tajam. Utang negara membengkak dua kali lipat, tetapi hasilnya tak juga dirasakan rakyat.

Terakhir, hentikan semua pertikaian karena perbedaan pandangan politik ini. Satukan lagi rakyat Indonesia. Jangan ada lagi yang dianaktirikan, pendukung atau tidak, semua mesti dirangkul. Dengan begini, kita akan bisa kembali menjadi negara besar, bangsa yang dihormati dunia internasional.

Oleh: Muhammad Fatih
 SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Sabtu, 16 Februari 2019

#UninstallJokowi Trending Worldwide, Akun Bule Tanyakan Apakah itu Semacam Malware?

Cuitan CEO dan Founder Bukalapak, Achmad Zaky, berujung polemik di dunia maya dengan tagar #Uninstallbukalapak. Sepanjang Jumat pagi, 15 Februari 2019, hashtag tersebut memimpin sebagai trending topik di Indonesia.

Tagar #Uninstallbukalapak adalah wujud kemarahan dari warganet pendukung Jokowi lantaran ujaran Zaky yang menyebut perihal presiden baru.

Menyusul kepopuleran hashtag yang bernada penolakan pada pernyataan Zaky tersebut, tagar #UninstallJokowi justru merangsek ke posisi puncak trending topik dunia.

Akun-akun twitter orang luar negeri pun penasaran dengan tagar #UninstallJokowi. Mereka menanyakan apakah ‘Jokowi’ semacam malware, aplikasi atau program komputer.

Berikut ini beberapa komentar netizen luar negeri,

“what’s with these hashtags #UninstallJokowi #ShutDownJokowi is that a new malware or computer programs? (Ada apa dengan tagar #uninstallJokowi #shutdownjokowi, apakah itu virus baru atau program komputer?)”, tanya akun @kangtaehyungs.

    what’s with these hashtags #UninstallJokowi #ShutDownJokowi is that a new malware or computer programs?
    — kimdaniels || hobiuary (@kangtaehyungs) February 15, 2019

    @notsosugacoated

    What is this #UninstallJokowi and why is it trending worldwide for the last hour

    someone help I’m clueless here y’all

    Bie.@bunnibie

    Tell me why tf ppl trend this hashtag without actually explaining what happened. So like can anyone explain?#UninstallJokowi

    Edric@CNM_Edric

    The #UninstallJokowi movement has gotten from bad to worse – it’s now becoming #ShutDownJokowi.

    I’m browsing all these tweets and it appears most of the people retweeting the hashtags have little to no clue what the actual context behind the hashtag was…#NM4239

SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Senin, 11 Februari 2019

Kata Luhut: Jokowi Rajin Sembahyang, yang Sebelah Sana Belum Jelas, Begini Tanggapan Warganet

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung soal tuduhan kriminalisasi ulama yang selama ini ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Luhut mengaku heran karena selama ini mengenal Jokowi sebagai orang yang taat beribadah.

Dilansir CnnIndonesia, hal ini dikatakannya di depan seribu purnawirawan TNI-Polri dalam acara silaturahmi bersama Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/2).

"Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia [Jokowi] tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga," tutur Luhut.

Para purnawirawan yang menyimak pernyataan Luhut sontak tertawa. Luhut pun ikut tersenyum kecil.

Ia kemudian menyinggung soal tuduhan Jokowi pemimpin yang otoriter. Dia membantah hal itu.

Luhut menjelaskan bahwa selama ini bekerja sebagai bawahan Jokowi. Dia mengatakan Jokowi adalah orang yang selalu mendengarkan pendapat orang lain. Menurutnya, keliru jika eks wali kota solo itu disebut otoriter.

"Tidak otoriter. He listen to you carefully. Saya mengalami. Saya jelaskan argumen saya kasih. Saya tanya siapkan semuanya dengan staf saya semua. Dia mendengarkan," ucap Luhut.

Luhut pun tidak memaksa para purnawirawan yang merupakan kawan-kawan seperjuangannya dulu agar memilih Jokowi. Ia hanya mengajak seraya mengatakan bahwa Jokowi adalah sosok yang mampu membangun Indonesia ke arah yang lebih baik

"Sekali lagi Dari lubuk hari saya terdalam, Anda mau pilih siapa saja, itu terserah. Tapi kalau mau masa depan Indonesia yang bagus pilihlah pak Jokowi. Hemat saya itu akan bagus bagi Indonesia," kata Luhut.

Purnawirawan yang hadir di acara deklarasi berasal dari berbagai matra yakni Angkatan darat , laut, dan udara.

Sejumlah nama populer turut hadir. Misalnya, Jenderal TNI Purn Fachrul Razi, Letjen TNI Purn Suaidi Marasabessy, Jenderal TNI Purn Subagyo HS dan Laksamana TNI purn Bernard Kent Sondakh.

Selain itu, hadir juga Laksamana Madya TNI Purn Freddy Numberi dan Marsekal TNI Agus Supriyatna.

Sementara, dari Polri diwakili oleh tiga mantan Kepala Polri. Masing-masing yakni Jenderal Pol Purn Roesmanhadi, Jenderal Pol purn Da'i Bachtiar dan Jenderal Pol purn Bimantoro.

Pernyataan Luhut ternyata memantik reaksi warganet.










[cnn/pbc]

Singgung soal Video Kampanye Settingan Capres, Sudjiwo Tedjo Samakan dengan Iklan Sampo

Budayawan Sudjiwo Tedjo membahas soal penyebaran video yang membongkar adegan settingan atau rekaan kedekatan rakyat dengan salah seorang capres-cawapres.

Sudjiwo Tedjo juga menyinggung soal seorang wanita yang menangis histeris saat bertemu dengan capres pilihannnya saat kampanye.

Mantan jurnalis itu lantas menyamakan soal iklan sampo.

Sudjiwo Tedjo lantas bertanya tujuan dari penyebar video atau informasi yang mengungkap soal peristiwa rekaan tersebut.

"Buat apa ya nyebarin video-belakang-layar tentang settingan kedekatan capres/cawapres dengan rakyat yang histeris nangis-nangis dll?" tulis Sudjiwo Tedjo, pada Minggu (10/2/2019).

Pasalnya menurut Sudjiwo Tedjo tahu atau tidaknya masyarakat terhadap sebuah rekaan yang diciptakan salah satu capres-cawapres tak memiliki pengaruh sama sekali.

"Rakyat tahu/nggak bahwa itu settingan, gak ngaruh," tulis Sudjiwo Tedjo.

Sudjiwo Tedjo menyamakan hal tersebut dengan model yang ada di iklan sampo.

Ia menjelaskan meski sudah mengetahui model iklan itu menggunakan rambut palsu, namun masyarakat akan tetap membeli sampo tersebut.

"Rakyat juga tahu kok bintang iklan sampo rambutnya settingan agar indah dan belum tentu pakai sampo itu," tulis Sudjiwo Tedjo.


Sebelumnya viral video wanita menangis histeris bertemu capres 01 Jokowi Dodo. Peristiwa itu dinilai settingan oleh netizen karena wanita dalam video diminta untuk mengulang adegan menangisnya untuk difoto oleh pasukan pengawal presiden.

Berikut videonya,


SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Minggu, 10 Februari 2019

Adegannya Diulang, Video Wanita Nangis Bertemu Jokowi Hebohkan Netizen

Sebuah video menghebohkan media sosial. Pasalnya, video yang menunjukkan wanita menangis saat bertemu salah satu capres itu dinilai settingan. Hal itu tampak dengan adanya adegan ulang. Komentar netizen pun tak bisa dikendalikan. 

“Roll.....action! 😆😆 (Kurang Rapi),” kata Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitter pribadinya, @AkunTofa, Ahad (10/2/2019), sembari mengunggah video tersebut.


“Nangisnya nga natural...” kata @mamosuparmo

“Ada adegan yang harus diulangi ya,” kata @sisilain_pria

“Publik sudah muak dengan model seperti ini,elektabilitas tidak bisa dibangun dengan kebohongan,” kata @fahmiabas70

“Dia itu sebagai apa sih??? Bingung sy ngelihatnya,” kata @kikaoyes

“Hahahaha di suruh nangis nangis histeris ya 🤣🤣🤣🤣,” kata @zanaaa13

“Judul sinetronnya apa nih...kapan mulai tayang 🤣🤣🤣🤣,” kata Rimorumeso (*)
 SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Akun IG 'Gay Muslim Comics' Ramai Dikutuk Netizen RI

Akun Instagram @alpant**i jadi kontroversi. Akun itu memuat deskripsi diri 'Gay Muslim Comics'.

Dilihat detikcom, Minggu (10/2/2019) pukul 10.55 WIB, akun tersebut punya 13 posts, 2.523 followers, dan 111 followings. Gambarnya profilnya adalah pria muda berkulit cokelat memakai kopiah.

Deskripsi akun itu terejawantahkan dalam isi posting-postingnya. Ya, akun itu memposting komik yang materinya adalah kehidupan seorang pria muslim dengan orientasi seksual sejenis.

Dalam tiap postingnya, pemilik akun melampirkan hashtag #gaymalaysia #gayindonesia #gaymuslim #gaycomics #komikmalaysia. Patut diduga akun ini dikelola oleh warga negara tetangga.

Namun komentar-komentar di akun itu didominasi oleh akun-akun WNI. Banyak netizen yang mengutuk posting-posting @alpant**i. Sebagian netizen pengunjung akun itu me-mention akun Kementerian Kominfo, Humas Polri dan Kementerian Agama. [dtk]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

#KapanBosSaracenDitangkap Trending Topic, Netizen Bikin Polling Prof Nadirs Dipanggil Polisi

Netizen masih ramai mengomentari Permadi Arya atau populer dengan nama Abu Janda setelah tindakan Facebook memblokir akun dan fanspage miliknya.

Akun dan Fanspage Abu Janda dianggap berkaitan dengan saracen. 

Facebook menegaskan, dalam daftar blokir tersebut, akun Permadi Arya termasuk dari lima akun yang masuk dalam daftar Saracen. 

Keempat nama akun lainnya yang diblokir yakni Kata Warga, Darknet ID, Berita Hari Ini dan Ac Milan Indo.

Tanda pagar (tagar) #KapanBosSaracenDitangkap pun jadi trending topic di media sosial Twitter.  

Akun @Cakkhum misalnya yang mengaitkan dengan keputusan Presiden mencabut remisi bagi I Nyoman Susrama, narapidana kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa.

"~ Dia yang beri remisi dalam Keppres Nomor 29 Tahun 2018, tgl 7 Desember
~ Dia yang batalkan remisi itu
~ Dia yang dianggap Pahlawan

Ah lagu lama.
#KapanBosSaracenDitangkap," cuitnya. 

Sejurus akun @RajaPurwa bikin polling terkait cuitan Rais Syuriah PCI NU Australia, Prof. Nadirsyah Hosen bahwa pemerintah sengaja menciptakan sosok Abu Janda.

"Polling Bro! 
Siapa yang setuju Prof Nadirs dipanggil polisi tuk dimintai keterangan atas pernyataannya yaitu keterlibatan pemerintah atas penciptaan tokoh saracen, Abu Janda sesuai hasil identifikasi FB

Setuju -RT ato Like
Setuju Sekali -RT&Like," tulisnya. 

Ada juga netizen menertawakan ancaman Abu Janda akan menuntut Facebook RP 1 triliun.

"Si Abu Janda Mau Nuntut Facebook 1.T, Jadi Ngakak Gw.

Kaya Ngerti 1.T Saja, Memang 1.T Nolnya Berapa ? Hehe
Loe Waras Cuk...!!!

#KapanBosSaracenDitangkap," kicau Dewo.PB dengan akun @putrabanten80. 

Netizen dengan akun @Nabilla_002 tak kalah nyinyir menanggapi kepanikan Abu Janda karena akun Facebooknya diblokir. 

"Njir koar" paling kenceng ...
giliran dihapus akunnya panik 😃🤣

Bro @permadiaktivis malu ga ?? Klo orang normal malu kecuali... #KapanBosSaracenDitangkap" cuitnya tanpa memperjelas lagi.[rmol]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM
loading...
© Copyright 2019 OposisiNews | All Right Reserved