Khazanah

Jumat, 22 Februari 2019

500 Tahun Umat Islam Berkuasa di Bosnia Tak Ada Gereja Yang Rusak, Namun 3 Tahun Eropa Berkuasa Ratusan Masjid Musnah

Salah satu masjid peninggalan Kesultanan Utsmani (Ottoman) di Bosnia Herzegovina bakal dibuka lagi Mei mendatang.
Terletak di kota Foca, Masjid Alaca mengalami kerusakan ketika kota itu di kuasai pasukan Serbia selama Perang Bosnia pada pertengahan 1990-an.

Masjid yang dikenal sebagai mutiara Bosnia atau juga keindahan Foca itu telah dibangun kembali secara intensif sejak 2014 oleh Direktorat Jendral Yayasan Turki.
Rencananya masjid tersebut bakal kembali dibuka bertepatan dengan hari masjid di Bosnia yang bertepatan 7 Mei.

“Tanggal ini dengan simbolis mengingatkan kita lebih dari seribu masjid, ruang shalat dan karya amal lainnya, yang dihancurkan dalam perang. Tahun ini, kita menandai wasiat itu memiliki makna khusus dengan membuka kembali Masjid Alaca," sebagaimana pernyataan Uni Islam Bosnia Herzegovina seperti dilansir Albawaba pada Senin (11/2).

Dibangun pada 1549 di Foca, Masjid Alaca adalah salah satu warisan budaya yang dilindungi di Bosnia Herzegovina.
Masjid Alaca adalah salah satu masjid pertama yang dibangun di negara itu dengan arsitektur Ottoman klasik.

Masjid Alaca dihancurkan pasukan Serbia pada 1992 oleh ledakan dinamit.
Reruntuhan batuan masjid ditemukan di dua lokasi yang berbeda ratusan meter dari situs yang saat ini. Sisa-sisa masjid itu sengaja dikubur. Sementara 12 masjid di Foca yang telah ada sebelum perang berkecamuk juga  dihancurkan.

Menurut Uni Islam Bosnia, terdapat sebanyak 614 masjid, 218 ruang shalat, 69 situs kursus Alquran, empat pondok darwis, 37 makam, dan 405 warisan sejarah milik yayasan Muslim dihancurkan selama perang.

Sekitar 534 masjid di wilayah yang dikuasai pasukan Serbia dihancurkan, sementara 80 masjid dihancurkan di bawah pasukan Kroasia.Uni Islam Bosnia juga menyebutkan 80 persen dari 1.144 masjid di Bosnia dihancurkan atau dirusak.

Selain masjid yang dihancurkan dan bangunan keagamaan lainnya dan lebih dari 100 imam tewas oleh pasukan Serbia dan Kroasia. Andrian Saputra
SUMBER © OPOSISINEWS.COM  

Kamis, 21 Februari 2019

Titiek Soeharto Hadiri Malam Munajat 212, Ikut Shalat Maghrib Bersama Di Monas

JAKARTA - Peserta malam munajat 212 bersiap melaksanakan salat maghrib di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

Mengawali acara munajat 212 yang diselenggarakan di kawasan Monas Jakarta Pusat, para peserta mengelar salat magrib berjemaah. Tampak khusyuk para peserta saat menjalankan ibadah salat magrib di tempat terbuka.

Suasana di sekitar lokasi tempat salat sangat hening saat para peserta melaksanakan salat.

Acara malam munajat 212 ini juga dihadiri oleh Titiek Soeharto, putri Presiden Ke-2 RI Soeharto. Titiek Soeharto mengenakan pakaian putih.

Titiek menyapa para peserta munajat 212 yang sudah hadir di kawasan Monas.

Meski sudah memasuki malam hari, sejumlah peserta masih terus berdatang ke monas untuk mengikut malam munajat 212 ini seperti yang dilansir oleh gosumbar.com.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menegaskan kegiatan doa bersama di Monas, Jakarta Pusat, tidak terkait dengan kelompok atau gerakan 212.

Kegiatan tersebut bertajuk 'Senandung Selawat dan Zikir Nasional serta Doa untuk Keselamatan Bangsa'.***
SUMBER © OPOSISINEWS.COM     

Minggu, 17 Februari 2019

Ustaz Abdul Somad Dianugrahi Gelar Daie Nusantara Oleh Kerajaan Kelantan Malaysia

Ustaz Abdul Somad dianugerahi gelar Daie Nusantara oleh kerajaan Kelantan, Malaysia, Jumat (15/2/2019) malam.

Pemberian gelar tersebut diberikan kepada Ustaz Abdul Somad usai memberikan ceramah di Stadium Sultan Muhammad Ke IV, Kota Bahru Kelantan yang dihadiri sekitar 100 ribu jamaah.

Acara pemberian gelar tersebut langsung dipimpin oleh Menteri Besar (Gubernur) Kelantan, Ustaz Dato' Bentara Kanan Haji Ahmad Yakob.

Ustaz Abdul Somad memeluk Menteri Besar (Gubernur) Kelantan Ustaz Dato' Bentara Kanan Haji Ahmad Yakob

Sebagai bentuk apresiasi Kerajaan Kelantan juga memberikan sejumlah tanda mata kepada Ustaz Abdul Somad yakni piagam, cinderamata berupa miniatur mesjid, jubah dan uang tunai.

Dikutip dari media lokal, Malaysiakini, penganugerahan Daie Nusantara kepada Ustaz Abdul Somas menurut Exco Belia, Sukan dan NGO Kelantan, Wan Roslan Wan Hamat, sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan sumbangannya dalam bidang dakwah.

Ustaz Abdul Somad juga dinilai sangat giat menjalankan aktivitas dakwah, khususnya agama Islam di Indonesia.

Kerajaan Kelantan menilai, UAS sebagai sosok yang tegas  dan lantang dalam menyampaikan ceramah agama, namun selalu menyelipkan unsur humor dalam ceramahnya.

Suasana Sultan Muhammad Ke IV, Jumat (15/2/2019) malam, tempat dimana Ustaz Abdul Somad memberikan tausiyah agama yang dihadiri hingga ratusan ribu warga Kelantan

Suasana Stadion Sultan Muhammad Ke IV, Jumat (15/2/2019) malam, tempat dimana Ustaz Abdul Somad memberikan tausiyah agama yang dihadiri hingga ratusan ribu warga Kelantan (Facebook/MuhammadHidayat)

Sementara itu, Ustaz Azhar Idrus, ulama kondang asal Malaysia, juga diberi gelar sebagai Ikon Anak Muda.

Ustaz Azhar Idrus yang pernah satu majelis dengan Ustaz Abdul Somad di Pekanbaru beberapa waktu lalu di Masjid An Nur, dinilai oleh Kerajaan Kelantan sebagai ulama yang sangat fenomenal di kalangan kaum muda Malaysia.

Sebab, setiap ceramah agama Ustaz Azhar idrus, selalu diminati para remaja Malaysia.

Ustaz Azhar Idrus sebagaimana halnya Ustaz Abdul Somad, selain memiliki wawasan yang luas soal ilmu agama Islam, juga terkenal humoris dan jenaka dalam menyampaikan syiar Islam kepada generasi muda Malaysia.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, ulama atau Dai kondang dari negeri Jiran Malaysia, Ustaz Azhar Idrus menyebut sosok Ustaz Abdul Somad tak hanya berwawasan luas dalam soal Agama tetapi juga merupakan anugrah dari Allah SWT.

Hal itu diungkapkannya saat menjawab pertanyaan jamaah mengenai sosok Ustaz Abdul Somad.

Pertanyaan itu terungkap pada video singkat yang diunggah di Youtube beberapa waktu lalu.
 Pada video berdurasi 2 menit itu  Ustaz Azhar Idrus mengatakan, bahwa ulama yang pintar atau pandai itu sangat banyak.


Namun, Ustaz Abdul Somad, kata Ustaz Azhar Idrus memiliki suatu kelebihan yakni mampu mengolah ilmu atau wawasan agama yang dimilikinya untuk menjawab persoalan atau pertanyaan dari ummat Islam saat ini.

Pada video itu, Ustaz Azhar Idrus dengan tawadhu atau merendah bahwa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan Ustaz Abdul Somad.

Jamaah yang bertanya tersebut juga menyinggung bahwa Ustaz Azhar Idrus pernah satu pentas bersama Ustaz Abdul Somad saat berdakwah.

Pada tahun lalu, tepatnya Jumat 8 September 2017 lalu, di Masjid Raya An Nur Pekanbaru.

Baik Ustaz Azhar Idrus dan Ustaz Abdul Somad bertemua untuk pertama kalinya dalam satu majelis dakwah.

UAS bersama Ustaz Azhar Idrus

Saat itu sebenarnya, menurut Ustaz Azhar Idrus, dirinya hanya ingin mengunjungi kerabatnya yang ada di Pekanbaru.

Dai asal Trengganu Malaysia ini, mengungkapkan saat berkunjung ke Pekanbaru September 2017 itu, dia hanya ingin mendengarkan pengajian UAS.

Namun, oleh kerabatnya tersebut, langsung menghubungi pihak UAS bahwa Ustaz Azhar Idrus atau UAI ada di Pekanbaru.

Padahal, kata Ustaz Azhar Idrus, dirinya hanya bermaksud mendengarkan ceramah UAS.

Alhasil, sebagaimana kita ketahui, baik Ustaz Abdul Somad dan UAI kemudian memberikan ceramah bersama, Jumat (8/9/2017) itu ba'da Isya di Masjid Raya An Nur Riau.

Satu bulan kemudian, Oktober 2017, kolaborasi 2 Ustaz kondang di Nusantara ini berlanjut di Malaysia.

kolaborasi dakwah Ustaz Azhar Idrus dan Ustaz Abdul Somad di Malaysia

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Ulama Indonesia, Ustad Abdul Somad LC, MA berkolaborasi dengan Ulama Malaysia, Ustad Azhar Idrus, memberikan ceramah  Jumat (8/9/2017) di Masjid Raya An Nur Riau, ba'da Isya.

Tabligh Akbar yang ditaja oleh BKMR, IRMA, Taffaquh dan Sahabat Al-Aqso itu mengambil tema "menjaga Ahlussunnah Waljamaah di Nusantara".

Dua sosok tersebut merupakan ustadz kondang dari dua negara.

Ustad Abdul Somad merupakan ulama Indonesia asal Riau.

"Beliau merupakan lulusan S1 Al-Azhar, Mesir dan S2 Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko. Saat ini, ia bekerja sebagai dosen Bahasa Arab dan Tafsir dan Hadits di UIN Suska Riau. Selain itu, juga sebagai Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar, Yayasan Masmur Pekanbaru," Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid Raya Annur," Idris kepada Tribun, Kamis (7/9/2017).

Dilanjutkan, Ustad Abdul Somad juga penulis buku terkenal, diantara judulnya adalah 37 masalah Populer, 99 tanya jawab shalat, 33 tanya jawab seputar qurban, serta 30 Fatwa Ramadhan.

Sementara Ustad Azhar Idrus adalah penceramah dari Malaysia.

Ribuan penonton hadir karena meminati gaya penyampaiannya.


Ceramahnya sangat bersahaja, diselip dengan jawaban lucu tetapi tepat, padat dan mengena serta kental berbahasa Terengganu, Malaysia.

"Ustaz Azhar Idrus mendapat pendidikan awal di Sekolah Rendah Hj Mohd Sharif, Alor Star, Kedah. Selesai tamat pengajian di peringkat rendah, beliau menyambung pengajian di Sekolah Menengah Kebangsaan Darulaman, Alor Star, Kedah sampai ke ti. Ketika beliau memasuki semester tiga, beliau berpindah ke negeri kelahirannya di sekolah Inggeris, Sekolah Menengah Kebangsaan Sultan Sulaiman, Kuala Terengganu sampai tamat pengajian tingkatan.
SUMBER © OPOSISINEWS.COM          

Selasa, 05 Februari 2019

Kisah Klaveren, Jadi Mualaf Setelah Ingin Bikin Buku Anti-Islam

Perjalanan kehidupan siapa yang tahu. Hidup-mati, perubahan pikiran, takdir, berjalan secara misterius dan tiba-tiba, tidak disangka akan terjadi, dan dari mana datangnya. Itulah yang terjadi pada Joram van Klaveren, bekas politisi anti-Islam nomor wahid Belanda yang kini justru menjadi mualaf.

Klaveren adalah salah satu bekas petinggi Partij voor de Vrijheid/PVV (Partai Kebebasan) pimpinan Geert Wilders. Nama Wilders di Negeri Kincir Angin identik dengan kebencian terhadap Islam. Pada 2008, Wilders membuat film "Fitna" yang memuat kisah bohong soal Islam, memicu protes di seluruh dunia.

Klaveren sendiri telah tujuh tahun bergabung di PVV, bersama dengan Wilders mendengungkan sikap anti-Islam. Dari mulut Klaveren pernah keluar kalimat "Islam adalah kebohongan", "Muhammad adalah penjahat", atau "Al-Quran adalah racun". Dia memang keluar dari PVV sejak 2014, tapi kebencian terhadap Islam ketika itu masih memenuhi dadanya.

Tapi kini berbeda, yang keluar dari mulut Klaveren adalah kalimah syahadat, pria 39 tahun itu memeluk Islam. Dan dadanya dipenuhi kecintaan terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallalahu alaihi wasallam.

Mengutip wawancara Klaveren dengan media Belanda NRC, Senin (4/1), pria plontos ini ternyata telah masuk Islam sejak 26 Oktober 2018 dibimbing oleh imam Muhamed Aarab.

Buku Anti Islam

Pria lulusan Studi Agama di Vrije Universiteit, Amsterdam, ini mengatakan perjalanannya masuk Islam dimulai pada 2017 ketika dia tidak lagi terpilih anggota dewan. Ketika itu, Klaveren punya banyak waktu lowong selain menjadi peneliti di Adam Smith Institute atau mengajar sebagai dosen. Akhirnya, dia berencana menulis buku soal keburukan Islam.

Niat awalnya, dia akan menuliskan soal kesengsaraan yang ditimbulkan oleh Islam, kekerasan, kebencian terhadap Yahudi, penindasan perempuan, hingga homofobia. Namun setelah risetnya sudah setengah jalan, yang ditemukannya justru sebaliknya.

Dia menemukan bahwa Islam cinta damai, jauh dari yang selama ini dikampanyekannya.

Buku yang seharusnya soal keburukan Islam, malah jadi buku perjalanan hidupnya menemukan Islam, berjudul: Afvallige. Van christendom naar islam in tijden van secularisatie en terreur (Pantangan: Dari Kristen menuju Islam di tengah sekularisasi dan teror).

Kepada NRC, Klaveren mengatakan momen saat dia menemukan bahwa Islam bukan seperti yang dia kira adalah momen yang tidak membahagiakannya. Apa sebab? Karena selama ini dia salah dan menjadi malu. Melalui bukunya, dia berharap bisa menebus kesalahannya itu.

"Beberapa tahun sebelumnya saya melakukan penolakan yang besar terhadap Islam, dan itu tidak menyenangkan. Tapi sebagai pencari Tuhan, saya selalu resah, dan keresahan itu sekarang perlahan menghilang," kata Klaveren.

Dia mengatakan, kebencian terhadap Islam dan berbagai narasi negatif terhadap Nabi Muhammad dimulai pada abad pertengahan di Eropa dan berlanjut hingga sekarang.

"Saya menemukan kebanyakan cerita negatif berasal dari abad pertengahan Eropa. Kristen melihat Islam sebagai agama saingan dan melakukan segala hal untuk menjelekkannya," kata dia.

"Sebenarnya, rintangan terbesar saya adalah Muhammad. Saya dulu meyakini dia figur yang jahat, pria yang haus akan uang. Ternyata banyak kebohongan yang disampaikan soal pria ini (Muhammad)," lanjut dia lagi.

Dalam bukunya, Klaveren mengutip perkataan sejarawan abad 19 Thomas Carlyle soal Muhammad: "Kebohongan yang disampaikan orang terhadap Muhammad, hanya akan membuat kita malu."
Istrinya legowo Klaveren masuk Islam, namun ibunya merasa tidak suka dengan perubahan agama putranya. Klaveren mengatakan tidak akan memaksakan keyakinannya ini kepada anak-anaknya, biarlah mereka yang menjalani pengalaman spiritualnya sendiri, kata dia.

Masuk Islam, Klaveren mengatakan tidak akan mengubah namanya jadi lebih Islami. Namun perlahan-lahan dia mulai menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim. Dia mulai belajar solat, menghindari alkohol, dan makanan haram lainnya.

"Saya hanya tahu dua surat, Al Fatiha dan Al Ikhlas, yang paling pendek. Saya membeli buku kecil berjudul 'Saya Belajar Quran', buku ini sebenarnya untuk anak kecil hingga 10 tahun, buku berwarna pink," kata dia. [kum]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM 

Minggu, 03 Februari 2019

Siapa yang Membayar Gajimu? Jawaban Ustadz Somad Mencengangkan

Saat berceramah di Lapangan Sepak Bola Usman Harun, Sungai Pancur, Batam, Ustadz Abdul Somad Lc MA menyampaikan jawaban mencerahkan atas pertanyaan #YangGajiKamuSiapa?

"Siapa yang membayar gajimu?" tanya Ustadz Somad dengan lantang sebagaimana dikutip Tarbawia.

"Allah. Bumi milik Allah. Langit punya Allah. Lillahi maa fissamawati wa maa fil ardh. Semua yang di bumi dan semua yang di langit punya Allah. Jangan sombong. Jangan angkuh. Betul?" kata Ustadz Somad lantang.

Dalam ceramah bertajuk Merajut Ukhuwah Islamiyah ini, Ustadz Somad menekankan pentingnya bersikap rendah hati saat diberi kekayaan.

Termasuk anjuran untuk senantiasa berzakat, berinfaq, dan sedekah saat dilimpahi rezeki.

Ustadz Somad juga menjelaskan keutamaan bekerja dengan cara yang halal meski pergi pagi dan pulang petang dengan bercucuran keringat.

"Daripada diam, duduk, tidur, lalu terima uang dari rakyat." tegas Ustadz Somad.

Simak videonya di menit 25.00:

Soal Doa Mbah Moen, Sandi: Lidah Manusia Dikuasai Allah

Calon wakil presiden, Sandiaga Uno enggan berpolemik mengenai salah ucap Pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, KH Maimun Zubair.

Mbah Moen menyebut nama calon presiden Prabowo Subianto saat berdoa untuk kesuksesan sang rival, Joko Widodo.

Sandi hanya mengatakan bahwa setiap kata yang terucap dari mulut tentu atas seizin Allah sebagai Sang Pencipta manusia. Begitu juga, dengan apa yang diucap Mbah Moen saat berdoa.

"Kan yang menguasai lidah kita Allah. Allah yang menggerakkan kita dan beliau juga mendoakan Pak Jokowi selesai masalahnya," tegasnya usai acara deklarasi dukungan relawan Roemah Djoeang untuk pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, (2/2).

Lebih lanjut, Sandi mengimbau semua pihak untuk tidak membesar-besarkan salah ucap Mbah Moen saat berdoa tersebut. Dia yakin, Mbah Moen sebagai ulama besar mendoakan yang terbaik bagi negeri ini. Termasuk bagi Jokowi maupun Prabowo.

"Tidak usah terlalu dibesar-besarkan kubu sebelah, kubu kami, ya sudah," tegasnya. [rmol]

Rabu, 30 Januari 2019

2 TOKOH NON MUSLIM YANG PEDULI ISLAM: AKIDAH YANG TERTUKAR?

                                    
    DUA TOKOH NON MUSLIM YANG PEDULI ISLAM:
AKIDAH YANG TERTUKAR?

Oleh: Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum.

NATALIUS PIGAI, Dia seorang Nasrani (Katolik) tetapi pembelaan terhadap marwah umat muslim di Indonesia, termasuk USTADZ ABU BAKAR BAASYIR tiada bandingnya.

Sementara yang muslim justru makin memojokkan dan seolah mempersulit ruang gerak AAB yang menurutnya tidak pernah terbukti melakukan tindakan terorisme seperti yang dituduhkan. Ia juga menyampaikan atas laporan anak buahnya yang menyatakan bahwa betapa AAB diperlakukan tidak adil ketika menjalani hukumannya di LP Nusakambangan, khususnya dalam hal menjalankan ibadah.

Satu hal lagi pernyataan yang menohok dari Pigai adalah: tidak ada Islam intoleransi dan tidak ada Islam teroris, yang ada adalah CARA PANDANG PEMIMPIN YANG INTOLERANSI DAN RADIKAL.

ROCKY GERUNG, ia pun seorang Nasrani yang care (peduli) terhadap umat Islam. Ia menyatakan bahwa presiden telah membuat hoax yg lalu digugat oleh bawahannya sendiri. Presiden dinilai seolah mencuri start untuk menambah elektabilitas dengan melakukan perbuatan yg sebenarnya tidak dilakukan pun memang akan terjadi. Ia mencontohkan soal pembagian sertifikat dan pembebasan bersyarat bagi AAB. AAB dikatakan sebagai "premi" asuransi elektabilitas Jokowi selain Ma'ruf Amin yang tidak lagi cukup sebagai premi asuransi politik Jokowi tetapi salah konsep. Ia juga menilai Presiden tidak punya konsep penegakan hukum dan perlindungan HAM. Itu kekacauan ditumpuk berturut-turut.

Ada kesalahan koordinasi dalam penegakan hukum dan jalannya pemerintahan dan terlalu banyak koki sehingga sup yang hendak dihidangkan dalam pesta demokrasi justru tumpah ruah.

Sebenarnya ada hukum alam untuk mempertahankan kelangsungan tubuh dengan bunuh diri sel yang rusak supaya tidak merusak hingga timbulkan cancer. Siapa yang seharusnya bunuh diri di lingkungan istana atau kekuasaan? Tapi bukan bunuh diri tetapi justru dikasih antibiotik yang tidak akan menyembuhkan. Persoalan ini AAB itu apakah kedunguan star trex istana, ataukah upaya sengaja untuk merongrong legitimasi presiden Jokowi.

Di istana sedang ada Black Market of Justice (PASAR GELAP KEKUASAAN (KEADILAN)) yang sulit dideteksi siapa pemain utamanya. Tapi itu adalah ongkos yang berbahaya untuk kehidupan demokrasi di negeri ini.

Benarkah begitu? [pi]

Minggu, 27 Januari 2019

Lautan Massa Padati Tablig Akbar Ustadz Abdul Somad

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk mengikuti Tablig Akbar Ustaz Abdul Somad yang dimulai sehabis Sahlat Isya, Sabtu (26/1). Kegiatan tablig akbar sendiri sudah berlangsung sejak siang dengan diisi kegiatan oleh artis-artis nasional serta Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

Berdasarkan pantauan, masyarakat memadati luar stadion yang hendak masuk ke dalam stadion. Sementara di dalam stadion di lapangan puluhan ribu massa dari berbagai daerah hadir untuk mendengarkan tausiah Ustaz Abdul Somad yang akrab disebut UAS.

Selain itu, tribun penonton dipadati oleh masyarakat yang hendak menyaksikan dan mendengarkan ceramah dari Ustaz yang berasal dari Riau tersebut. Sebelum digelar tausiah, masyarakat melaksanakan Shalat Isya berjamaah terlebih dahulu.

Salah seorang warga, Rofi asal Cibiru, Kota Bandung sengaja datang ke GBLA untuk mendengarkan tausiah ustaz Abdul Somad. Dia mengaku baru pertama kali datang menghadiri tausiah UAS. "Saya lihat ceramah ustaz Abdul Somad di Instagram dan ceramahnya bagus-bagus dan banyak yang diingat," ujarnya, Sabtu (26/1). Dirinya mengungkapkan, banyak ceramah-ceramahnya yang disampaikan bisa dicerna dengan baik.

Sementara itu, Haikal (16) yang datang bersama Rofi mengaku ingin sekali menghadiri tablig akbar di GBLA yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad. "Saya senang bisa hadir disini ingin dengan ceramah UAS," katanya. (rol)

Sabtu, 26 Januari 2019

Fajrul, Bocah Penderita Tunanetra di Mamuju yang Hafal 30 Juz Alquran

Seorang bocah penderita tunanetra di Dusun Palapi, Desa Lamba-Lamba, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, bernama Fajrul memiliki kemampuan luiar biasa. Di balik keterbatasannya, anak berusia 12 tahun itu mampu menghafal 30 juz Alquran dan berhitung cepat.

Kemampuan anak dari pasangan Muhammad Amin dan Surapati diketahui melalui video yang di-upload oleh akun Facebook bernama Ariadman Arhy pada 20 Januari lalu. Video tersebut kini telah dibagikan ratusan kali dan dikomentari banyak orang.

Kedua mata Fajrul sudah tidak berfungsi sejak ia lahir. Kemampuannya menghafal Alquran mulai terlihat saat berusia lima tahun.

"Waktu itu dia suka mendengar lantunan ayat Alquran yang dari headphone yang diperdengarkan melalui pengeras suara masjid di dekat rumah, karena di masjid belum ada radio," ungkap Amin kepada wartawan, Sabtu (26/1/2019).

Amin melihat Fajrul memiliki kemampuan yang jarang dimiliki anak-anak lain. Dia lalu berinsiatif membeli alat pemutar musik yang telah menyimpan lantunan 30 juz Alquran.

"Setelah mendapatkan sedikit uang dari hasil bekerja di tambak, saya memberinya hadiah pemutar suara yang telah diisi bacaan ayat Al Quran," terang sang ayah.

Sejak mendapat alat pemutar musik berisi lantunan ayat-ayat Alquran, Fajrul mulai belajar menghafal. Menurut Amin, sejak saat itu Fajrul selalu menggunakan sebagian besar waktunya untuk menghafal Alquran yang selalu diawali dengan berwudu. [dtk]

Senin, 14 Januari 2019

Anak-anak Papua Itu Tempuh Ribuan Kilometer untuk Jadi Penghafal Alquran di Bekasi

BEKASI - Dilepas dengan linangan airmata orangtua, bocah-bocah kecil itu menaiki tangga kapal Pelni. Hendak berlayar selama sepekan dengan menempuh perjalanan ribuan kilometer.

Tanpa didampingi orangtua, keluarga atau saudara. Keberangkatan mereka difasilitasi Yayasan Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) pimpinan Fadlan Garamathan.

Semangat menjadi orang hebat, yang hafal Alquran dan menguasai ilmu pengetahuan, bocah-bocah antara lain dari Kaimana, Fakfak, Bintuni, Raja Ampat dan Jayapura itu menepis sedih hati karena terpisah dengan keluarga dan tanah kelahiran.

Begitu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mereka naik bus menuju Bekasi. Di Ponpes Nuu Waar AFKN, Setu, Kabpuaten Bekasi, mereka menyelamai ilmu.

Baca juga : Anies Baswedan Sebut Sebentar Lagi Fit and Proper Test Wakil Gubernur DKI Jakarta
Sebagain dari bocah itu yakni sebanyak 71 santri mengikuti Wisuda Mukhayyam Alquran di Ponpes Nuu Waar AFKN, Setu, Kabupaten Bekasi, Ahad (30/12/2018).

Wisuda hafal 10 juz Alquran itu dipimpin Ahmad Syaikhu, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi. Hadir dalam kesempatan itu, Presiden Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Fadlan Garamathan.



Betapa riangnya hati mereka berhasil mewujudkan sebagian dari cita-cita menjadi penghafal Alquran. Kebahgiaan itu tetap terasa sempurna walau tak ada orang tua menyaksikan langsung.

"Mereka dididik di Ponpes Nuu Waar untuk menjadi insan-insan, yang akan menegakkan panji-panji Islam. Mereka tetap bersekolah umum walau menempuh pendidikan di pesantren," tutur Fadlan Garamathan.

Dia menjelaskan AFKN telah melahirkan sekitar 3.500 sarjana, yang biaya pendidikannya ditanggung beasiswa. (aksi).

Jumat, 21 September 2018

UIN Imam Bonjol Padang Beri Gelar Doktor Honoris Causa untuk Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad atau UAS seakan tidak ada penatnya. Jika pada Rabu (19/9/2018) lalu masih berada di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, maka Kamis (20/09/2018) ini sudah berada di Kota Padang, Sumatera Barat.

Di Kota Padang, UAS memiliki 2 agenda di 2 tempat dan kegiatan ini di share di laman facebooknya.

Menariknya di Kota Padang ini, sebuah perguruan tinggi bakal memberikan Gelar Doktor Honoris Causa untuk Ustaz Abdul Somad.

UIN Imam Bonjol Padang akan segera memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Ustaz Abdul Somad



Pertama, mengisi pengajian Tabligh Akbar di Masjid Kampus Universitas Baiturrahmah, pada pukul 14.00 WIB.

Kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Kampus Universitas Baiturrahmah ini disiarkan secara langsung oleh tim dakwah UAS lewat facebook.

Tayangan langsung ini, dari awal hingga akhir sudah dikomentari 13 ribu kali.

Video ini juga dibagikan hingga 10 ribu kali dengan jumlah tayangan atau ditonton hingga 229 ribu kali.

Kegiatan di Masjid Kampus Universitas Baiturrahmah, Padang ini diberi like atau share olehnetizen sebanyak 22 ribu orang.

Kemudian, usai di Masjid Kampus Universitas Baiturrahmah, UAS melanjutkan dakwahnya ke Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat.

Pada Agenda ke 2 UAS di Padang ini, yakni memberikan Kuliah Umum di Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Rektor DR. Eka Putra Wirman bicara tentang Doktor Honoris Causa untuk Ustadz Abdul Somad.

[tnc]

Selasa, 18 September 2018

Terkait Maraknya Fitnah Terhadap Ulama, Inilah Seruan Ustadz Abdul Somad dalam Bermain Medsos

USTADZ Abdul Somad menyerukan agar seluruh umat bersatu dalam menghadapi beragam fitnah.

Ustadz Abdul Somad mengatakan itu dalam tabligh akbar yang digelar di Gedung Drs Sutan Balia Universitas Riau, Jalan Prof. Dr. Muchtar Lutfi, M.Ed, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.

Dalam video tersebut, Ustadz Abdul Somad lantang menyampaikan kepada seluruh jemaahnya untuk mengikuti Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab.

"Ikutilah ulama," ujar Abdul Somad.

Menurut Abdul Somad, saat ini ada ulama yang dibenci sekelompok orang yang harus dibela, yaitu Habib Rizieq Syihab.

"Maka kalau kalian punya senjata, senjata kalian bukan tombak, panah dan senapan, tapi senjatanya adalah cyber army. Tentara dalam alam ghaib, alam maya," ungkap Ustadz Abdul Somad.

"Pandai kalian membuat meme, pandai kalian membuat video pendek, gunakan keahlianm itu untuk menyelamatkan umat. serang, tapi dengan makna yang positif ingin menyelamatkan orang banyak," tambahnya dalam sebuah video pada 14 April lalu.

Seruan yang diungkapkannya itu sangat beralasan.

Sebab, merujuk pernyataan sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib. Ketika menjadi khalifah usai wafatnya Nabi Muhammad SAW, Ali merupakan sosok pemimpin yang tegas dan tidak kenal takut.

Namun, Ustadz Abdul Somad mengungkapkan terdapat satu hal yang dikhawatirkan Sayyidina Ali, yakni sikap diamnya orang soleh dan baik ketika melihat kedzoliman.

"Kata Sayyidina Ali, aku tak pernah ragu tentang hak dan batil, karena dunia ini dulu isinya hak dan batil. Ada Kabil-ada Habil, ada Ibrahim-ada Namrud, ada Musa-ada Firaun, ada Isa-ada Herodes, ada Muhammad-ada Abu Lahab, yang aku khawatirkan bukan itu, yang aku khawatirkan adalah orang yang baik diam, sehingga orang yang salah merasa benar," ungkap Ustadz Abdul Somad.

Sebelumnya, seruan berjihad lewat media sosial juga disampaikan oleh Imam Besar front pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab lewat akun twitter @RizieqSyihabFPI pada Selasa (17/9/2018).

Dalam rekaman suara yang diunggahnya, Habib RIzieq Syihab menyerukan seluruh umat muslim untuk berjihad di media sosial (medsos).


"Para Laskar Cyber, untuk terus berjihad di medsos, para mujahid cyber, ayo lanjutkan jihad di medsos, tanpa kenal lelah dan tanpa rasa takut. Insya Allah, Allah Subhanahu Wataalla akan meberikan kemenangan. Allahu Akbar. Amin, Amin, Amin Ya Rabbal Alamin," tegas Habibs Rizieq Syihab. (dwi) [on/tribun]

Sabtu, 15 September 2018

Jauhilah Penguasa Zalim & Ulama Penjilat Oleh: KH Luthfi Bashori

Oleh: KH Luthfi Bashori

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَمِيرٍ يَلِى أَمْرَ المُسْلِمِينَ، ثُمَّ لا يَجْهَدُ لَهُمْ وَيَنْصَحُ، إِلا لَمْ يَدْخُلْ مَعَهُمُ الجَنَّةَ

“Tidak ada seorang pemimpin yang menangani urusan kaum muslimin, kemudian tidak bersungguh-sungguh dan tidak melaksanakannya dengan baik, kecuali ia tidak akan masuk surga bersama mereka.”
(HR Muslim).

«اسْمَعُوا، هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ؟ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الحَوْضَ، وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الحَوْضَ»

Dengarkan, apakan kalian sudah pernah mendengar, bahwa kelak sepeninggalanku akan muncul para penguasa, maka siapa saja yang mendatanginya dan membenarkan kebohongannya, serta menolong kedhalimannya, maka dia bukan dari golonganku, serta aku bukan dari golongannya, dan dia tidak akan memasuki haudh (telaga Kautsar), dan siapa saja yang tidak mendatangi penguasa, serta tidak menolong kedahlimannya, juga tidak membenarkan kebohongannya, maka dia termasuk golonganku dan akan memasuki haudh (telaga Kautsar).
(HR. Tirmidzi, Nasa’i dan Al-Hakim).

وأخرج أحمد في مسنده، والبيهقي بسند صحيح، عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « من بدا جفا، ومن اتبع الصيد غفل، ومن أتى أبواب السلطان افتتن، وما ازداد أحد من السلطان قرباً، إلا ازداد من الله بعداً

Dari Abi Hurairah radiallahu anhu, Rasulullah bersabda, “Siapa tinggal di pedalaman maka perangainya keras, dan siapa sibuk dengan berburu maka akan lalai, serta siapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa terkena fitnah, tidak seseorang semakin dekat dengan penguasa maka akan bertambah jauh dari Allah.”
(HR. Ahmad dan Baihaqi dengan sanad shahih)

وأخرج ابن ماجه، عن أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إن أبغض القراء إلى الله تعالى الذين يزورون الأمراء

Dari Abi Hurairah radiallahu anhu, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya qurra (ulama) yang paling dibenci Allah ialah yang mendatangi penguasa.”
(HR. Ibnu Majah).

Sayidina Anas ra juga meriwayatkan:

ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺃَﻣَﻨَﺎﺀُ ﺍﻟﺮُّﺳُﻞِ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻄُﻮْﺍ ﺍﻟﺴُّﻠْﻄَﺎﻥَ ﻭَ ﻳُﺪَﺍﺧِﻠُﻮْﺍ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﺎِﺫَﺍ ﺧَﺎﻟَﻄُﻮْﺍ ﺍﻟﺴُّﻠْﻄَﺎﻥَ ﻭَ ﺩَﺍﺧَﻠُﻮْﺍ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺧَﺎﻧُﻮْﺍ ﺍﻟﺮُّﺳُﻞَ ﻓَﺎﺣْﺬَﺭُﻭْﻫُﻢْ ﻭَﻓِﻲْ ﺭِﻭَﺍﻳَﺔٍ ﻟِﻠْﺤَﺎﻛِﻢِ ﻓَﺎﻋْﺘَﺰِﻟُﻮْﻫُﻢْ

Ulama adalah kepercayaan para rasul selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan tidak asyik dengan dunia. Jika mereka bergaul dengan penguasa dan asyik dengan dunia maka mereka telah mengkhianati para rasul. Karena itu, jauhilah mereka.
(HR. al-Hakim). SN

Kamis, 13 September 2018

Wakil Bupati Aceh Besar: Terganggu Suara Azan, Jangan Tinggal di Sini

Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk Husaini A Wahab merespons secara santai soal edaran Kementerian Agama RI, yang mengatur volume dan pengeras suara di Masjid. Ia meminta warganya untuk mengabaikan kebijakan tersebut.

Kata dia, kebijakan itu tidak berlaku di daerah berbasis Syariat Islam. Bahkan ia meminta warganya untuk mengeraskan kembali volume suara di setiap Masjid, jika ada yang protes.

“Di Aceh Besar tak berlaku itu. Kita minta kepada seluruh Desa untuk mengabaikan itu. Malahan, kalau ada yang melarang, harus lebih besar lagi volumenya,” kata Tgk. H Husaini A Wahab usai Tabligh Akbar Menyambut 1 Muharram di Mesjid Jamik Aceh Besar, Aceh, pada Selasa malam 11 September 2018.

Ia berpendapat, Kemenag RI tidak ada hak mengeluarkan edaran tersebut. Apalagi ini menyangkut ajaran agama. Yang dibaca di masjid itu, lanjut dia, adalah kalimat tauhid yang harus didengar oleh masyarakat.

Menurutnya jika masih ada yang terganggu suara azan, berarti orang tersebut harus keluar dari daerah Aceh Besar. “Kalau ada yang terganggu, jangan tinggal di sini. Jadi, bukan kita yang harus tunduk pada mereka,” kata dia.

Husaini meminta kepada warga Aceh Besar untuk melakukan aktivitas masjid seperti biasanya. Bahkan, ia akan bertanggungjawab bila masih ada yang melarang aktivitas masjid dengan pengeras suara.

“Kita tinggal di Aceh yang melaksanakan Syariat Islam. Jika ada larangan seperti itu, jangan ikuti,” kata Husaini.

Sebelumnya, Kementerian Agama mengeluarkan surat edaran bernomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08/2018 pada Kamis tiga pekan lalu. Surat instruksi itu berisikan tentang Pelaksanaan Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Musala.  [viva]

Rabu, 12 September 2018

Wakil Bupati Aceh Besar Minta Warga Abaikan Aturan Kemenag soal Pengeras Suara Masjid

Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk. H Husaini A Wahab meminta seluruh warga Aceh Besar, mengabaikan aturan pengeras suara masjid yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

“Di Aceh Besar tak berlaku itu. Kita minta kepada seluruh Gampong (desa) untuk mengabaikan itu. Malahan, kalau ada yang melarang harus lebih besar lagi volumenya,” minta Tgk. H Husaini A Wahab pada media ini, usai mengikuti Sidang Paripurna DPRK Aceh Besar, Jatho, (10/9/18).

Menurutnya, tidak ada hak Kemenag RI mengeluarkan peraturan tersebut. Apalagi, yang dibacakan di masjid-masjid adalah kalimat tauhid yang harus didengar oleh orang awam. Sebab, semakin besar suaranya semakin khusuk.

“Kalau terganggu orang kafir. Maka, orang kafir yang harus pulang, jangan tinggal disini. Jadi, bukan kita yang harus tunduk pada mereka,” tegas Tgk. H Husaini A Wahab akrab disapa Waled Husaini ini. 

Waled Husaini meminta kepada seluruh pengurus masjid dan warga Aceh Besar, melakukan aktifitas masjid seperti biasanya. Bahkan, Waled Husaini mengaku akan bertanggungjawab dengan perintahnya itu.

“Apalagi, kita tinggal di Aceh yang melaksanakan syariat Islam. Saya rasa, ini sudah menyalahi syariat Islam. Maka, jangan ikuti,” minta Waled Husaini.

Sebelumnya, Kemenag RI mengeluarkan surat edaran melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dengan nomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08.2018.

Dalam surat itu disebutkan tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar dan mushala, hanya memperbolehkan menggunakan pengeras suara di luar 15 menit sebelum waktu salat subuh dan salat Jumat. Dan, lima menit sebelum waktu salat zuhur, ashar dan magrib serta pada saat azan.

Untuk waktu salat, khutbah, kuliah, dan doa, hanya diperbolehkan menggunakan pengeras suara ke dalam.  [modusaceh]

Selasa, 11 September 2018

Ibu Ustadz Abdul Somad Mengira Anaknya Pakai Jin

Ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) baik yang disaksikan secara langsung maupun via media sosial kian digemari masyarakat dari berbagai lapisan. Semua kalangan mengidolakan ustaz asal Pekanbaru tersebut. Mulai kalangan pejabat, artis hingga masyarakat awam. Semuanya menantikan kehadiran ceramah UAS di tempat-tempat mereka.

Namun, siapa sangka sebelum ceramahnya viral dimana-mana, UAS mengaku punya pengalaman unik di saat ceramahnya mulai disaksikan banyak orang, dan ternyata salah satu jemaahnnya adalah ibunya sendiri.

"Pulang ceramah dia berbisik, apa kata dia, 'Kau sudah punya jin'. Dia tengok orang ramai kau pakai jin, enggak saya bilang," kata Ustaz Abdul Somad di acara ‘Fakta’ tvOne, Senin malam, 10 September 2018.

Ibunya mengira UAS menggunakan jin untuk menarik orang agak mau mendengarkan ceramahnya. Seketika itu ustaz lulusan Universitas Al Azhar, Mesir, itu membantah dugaan sang Ibu. Dia juga tak habis pikir kenapa ceramahnya itu mampu menarik banyak orang.

"Wallahualam saya enggak tahu. Saya tanya dosen Psikologi kenapa anak-anak suka? Jangan-jangan ada jin. Kata dia ustaz selalu pakai kata-kata yang mudah dicerna, melekat di kepala mereka, itu alasan rasionalnya ada," ujarnya.

UAS pun bercerita awal mula video ceramahnya bisa viral di media sosial. Awalnya, ada rekannya, Ustaz Dayat, seorang penyiar radio, yang sengaja merekam ceramahnya dengan handphone format MP3, kemudian berkembang direkam oleh Ustaz Dayat dengan video.

"Sampai sekarang cuma satu orang itu saja tak lebih tak kurang. Kalau mau dilarang ya laranglah enggak apa-apa. Kita tidak punya tim, tidak ada," tegasnya.

"Bahwa ini (dituduhkan) diviralkan tim siber HTI, dari garis radikal, bahwa ini ditunggangi? La Ilaaha Illallah, lalu kenapa ceramah saya ramai, saya juga bingung kenapa ramai," imbuhnya.  [viva]

Ustadz Somad: Mengalah Saja, Allah Ada

Oleh: Arif Satrio Nugroho

Kepolisian Daerah (Polda) Riau membenarkan polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS), Sabtu (8/9). UAS diperiksa sebagai saksi terkait kasus penghinaan yang dialaminya.

"Penyidik yang datang ke rumah (UAS)," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Sunarto kepada Republika, Ahad (9/9).

Sunarto menjelaskan, pemeriksaan dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. "Diperiksa sebagai saksi korban," kata Sunarto.

Namun, Sunarto tidak membeberkan pertanyaan yang disampaikan kepada UAS. "Masuk dalam materi penyidikan," kata dia.

Selanjutnya, kata Sunarto, Polda Riau segera memeriksa JB, terduga pelaku penghinaan, sebagai pihak terlapor dalam kasus penghinaan UAS. Pemeriksaan ini merupakan langkah lebih lanjut kepolisian setelah meminta keterangan kepada Ustaz Somad selaku saksi korban.

"Saudara JB segera diperiksa," ujar Sunarto.

Kendati demikian, Sunarto enggan menjelaskan lebih perinci kapan JB akan diperiksa. Dia hanya memastikan polisi akan segera memanggilnya.

Selain mendapatkan penghinaan, diketahui UAS juga mengaku mendapat intimidasi dari kelompok tertentu saat akan menggelar safari dakwah. Atas dugaan intimidasi itu, UAS membatalkan jadwal tausiahnya di sejumlah daerah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, polisi siap menangani kasus itu bila UAS melapor. "Kita selidiki apakah ada unsur perbuatan melawan hukum yang dilakukan perorangan atau kelompok tertentu," kata Dedi Prasetyo.

Polri menegaskan, kasus intimidasi bersifat delik aduan. Artinya, UAS harus melaporkan ke polisi sebagai pijakan awal polisi dalam melakukan pemeriksaan. "Kita tunggu laporan," kata Dedi Prasetyo.

Tim pengacara UAS memastikan pemeriksaan berjalan lancar dan polisi telah sebaiknya melakukan pemeriksaan. Ketua tim pengacara UAS, Zulkarnain Nurdin, membenarkan ada sekitar 10 pertanyaan kepada UAS.

Selama pemeriksaan, kata dia, UAS didampingi dirinya dan tiga advokat lainnya, yakni Aziun Asyari, Aspandiar, dan Wismar Haryanto. Turut mendampingi juga Ketua Bidang Agama Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Gamal Abdul Nasir.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah gelar perkara, lalu secepatnya limpahkan ke kejaksaan. Kalau sudah P-21 ke pengadilan, sehingga ada kepastian hukuman," ujar dia lagi.

Dia berharap pelaku dapat dihukum maksimal karena telah mencemarkan nama baik, menghina, membuat perasaan UAS menjadi tersakiti dan tidak nyaman.

Terduga pelaku JB membuat postingan hinaan terhadap UAS dengan narasi keturunan dajjal. Dia lalu dibawa ke Riau pada Rabu (5/9) malam oleh FPI Pekanbaru, setelah secara persuasif meminta yang bersangkutan menyerahkan diri.

UAS diketahui mendapat sejumlah perlakuan kurang menyenangkan dalam sejumlah aktivitas dakwahnya beberapa waktu terakhir. Pekan kemarin, UAS mengungkap ada sejumlah intimidasi yang membuat dirinya membatalkan ceramahnya di sejumlah daerah.

Melalui akun Instagram, Ustaz Abdul Somad mengungkapkan alasan pembatalan sejumlah agenda dakwah seperti di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Dalam kirimannya, ia mengatakan, ada beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan dan lain-lain terhadap tausiyahnya. Mulai dari agenda di Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang.

UAS menulis alasan pembatalan karena beban panitia yang makin berat dan kondisi psikologis jamaah serta dirinya sendiri. Saat dikonfirmasi, Ustaz Somad mengaku tidak berencana melapor polisi.

"Tidak, saya mau tenang saja. Capek. Dugaan persekusi di Bali belum selesai-selesai. Mengalah saja, Allah ada," ujarnya.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Mahfud MD sempat mengatakan, perkara yang didapatkan UAS terkait dugaan intimidasi, bukanlah delik aduan. Mahfud mengatakan, menjadi hak siapa pun untuk mendapat perlindungan negara.

"Dalam hukum pidana, itu bukan delik aduan," kata Mahfud. [rol]

Hadiri Ceramah Ustadz Abdul Somad, Postingan Wagub Kalbar Ria Norsan Jadi Sorotan

Untuk kedua kalinya, Ustadz Abdul Somad datang ke Kalimantan Barat.

UAS diagendakan mengisi sejumlah acara keagamaan di berbagai tempat di Kota Pontianak dan Kubu Raya.

Umat Islam di Kalbar sangat antusias menyambut kedatangan UAS.

Satu di antaranya Ria Norsan Wakil Gubernur Kalbar.

Hal itu dilihat dari postingan facebooknya.

Dari postingannya itu, Ria Norsan tampak menghadiri Ceramah UAS di Pondok Pesantren Darunnaim Jalan Ampera Pontianak.

Dengan setelan pakaian serba putih dan sorban motif abu-bau hitam, ia terlihat di samping UAS.

Ria Norsan dalam postinganya itu, menyanjung UAS sebagai sosok ulama yang kaya ilmu dan rendah hati.

Dia juga sangat menyanjung kajian yang diceramahkan UAS.

Di mana menurutnya, kajiannya sangat lengkap dan mudah dicerna.

"Alhamdulillah, bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam Kuliah Subuh Akbar di Pondok Pesantren Darunnaim Jalan Ampera Pontianak.

UAS adalah sosok ulama yang kaya ilmu dan rendah hati.

Kajiannya lengkap, namun dengan bahasa sangat sederhana, sehingga mudah dicerna.

Saya setuju jika beliau disebut-sebut sebagai salahsatu ulama pemersatu umat.

Saya melihat UAS begitu dicintai, dimana pun berceramah selalu diserbu umat.

Semoga Allah Ta'ala selalu melindungi, memudahkan dan meridhoi jalan beliau untuk mensyiarkan agama Allah SWT.

Amiin Amiin Allahumma Amiin.

#RiaNorsan #UstadzAbdulSomad #UAS #Pontianak #KalimantanBarat #KuliahSubuh #Akbar #Pontren #Darunnaim #ZiarahAgung #HaulAkbar #Sultan#IstanaKadriah," tulis caption postingan facebooknya @Ria Norsan.

Postinganya itu diuploadnya sekitar 42 menit yang lalu.

Postingan Ria Norsan ini dibanjiri komentar netizen.

Banyak yang mendoakan UAS agar selalu dilimpah kesehatan.

@Tedi Hariyadi: Alangkah indahnya qta satu barisan dgn UAS di thn 2019. Aamiin.

@Azman Moersyid: Subhanallah,..smg Beliau UAS dan Jamaah yg hadir mendptkan Berkah dr Allah,Swt.Aamiin,YRA.

@Al Abid Al Faqir: Berkah Allah senantiasa bersama UAS. Smoga Allah melindunginya......

@Haji Helman: Subhanallah, semoga dakwah beliau selalu berjalan lancar dan bisa diterima ummat.

@Busri Ismail: mantap pak wagub.

@Dedi Susanto: Box Ajiib... Kalbar berkah. [tribun]

Bikin Merinding! Video Pengawalan Safari Dakwah Ustad Somad di Pontianak

Ustadz Abdul Somad (UAS) tiba di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (09/09/2018) malam. UAS diagendakan bakal mengisi sejumlah acara keagamaan di berbagai tempat di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Umat pun sangat antusias menyambut kedatangan UAS ke Kalbar untuk kedua kalinya. Ustadz Abdul Somad akan berada di Kota Pontianak dan Kubu Raya selama dua hari, Senin-Selasa.



Selama di Pontianak, Ustadz Abdul Somad rupanya sudah disiapkan kendaraan khusus. Jenis kendaraan khusus yang akan dipakai ini, sudah menyebar di jejaring media sosial Facebook. Ada tiga mobil mewah untuk melayani Ustadz Abdul Somad. Bahkan, satu mobil di antaranya sudah dilabeli dengan plat nomor KB 1 UAS. Potret mobil yang akan dipakai tersebut juga menyebar di Facebook. “MasyaAllah, begitu di muliakannya Ustadz Abdul Somad, Sultan yg akan menjemput langsung UAS di bandara Supadio Pontianak. Allahu Akbar…!!!!”tulis pemilik akun Facebook Azhar.


Tak kalah heboh, pengawalan safari dakwah UAS selama di Pontianak dapat disaksikan lewat video yang ramai tersebar di dunia maya, dan tentu saja bikin merinding hampir setiap yang menyaksikannya. UAS begitu dimuliakan oleh Sultan Pontianak lX. Berikut hasil pantau tim redaksi Eveline.


Subhanallah .. yang ngawal ustad Abdul Somad saat ingin jiarah Maqom raja Pontianak yang pertama Sultan Abdurrahman Alkadrie' Banser Kalbar beda dengan Banser yang disaana insyaallah.. semua cinta ulama
Posted by Rophu Masri on Sunday, September 9, 2018



Ziarah ke makam Sultan Abdurrahman Al-Qadrie, pendiri Kesultanan Al-Qadriyah Pontianak, Kalimantan Barat.
Posted by ‎Ustadz Abdul Somad عبد الصمد‎ on Sunday, September 9, 2018


MasyaaAllah Sultan Pontianak lX Menjemput Langsung UAS Ke Bandara Supadio Malam 09/09 Sedia UAS Akan Memberi Tausiyah Di Acara Haul Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie ke-217
Posted by Nissa Ramadhani on Sunday, September 9, 2018
eveline

Senin, 10 September 2018

Ribuan Massa Sambut UAS, Diiringi Gema Takbir

Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat menyambut kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya, Kalbar, Minggu malam (9/9).

Kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam rangka kegiatan haul pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie.

Sekira pukul 20.50 WIB UAS keluar dari ruangan kedatangan VIP Bandara Supadio. UAS hadir mengenakan koko putih dan kopiah hitam. Saat tiba, ustadz kondang ini langsung disambut Sultan Kesultanan Pontianak beserta kerabat dan panitia.

UAS dikawal ketat pihak panitia dan keamanan, hingga tidak dapat diwawancarai awak media. UAS langsung diarahkan menggunakan mobil minibus hitam bernomor polisi KB 1 UAS. Untuk selanjutnya langsung bertolak menuju Jalan Parit H Husin 2 guna bersilaturahmi ke rumah Rabitah Alawiyah.

Gema takbir pun menyertai perjalanannya. UAS diiringi ribuan massa menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Selepas dari Jalan Parit H Husin 2, UAS dijadwalkan beristirahat di Pondok Pesantren Alhadad, Sungai Ambawang, Kubu Raya.

Senin, UAS hadir di Pondok Pesantren Darul Naim Pontianak di Jalan Ampera untuk kegiatan Subuh Akbar. Pengasuh Pondok Pesantren Darun Naim Pontianak, Abuya Zaki Yahya mengatakan, sejak siang kemarin sudah ada jamaah luar Kota Pontianak yang hadir di Ponpes Darun Naim. [jpnn]
loading...
© Copyright 2019 OposisiNews | All Right Reserved