Berita

Senin, 11 Februari 2019

Singgung soal Video Kampanye Settingan Capres, Sudjiwo Tedjo Samakan dengan Iklan Sampo

Budayawan Sudjiwo Tedjo membahas soal penyebaran video yang membongkar adegan settingan atau rekaan kedekatan rakyat dengan salah seorang capres-cawapres.

Sudjiwo Tedjo juga menyinggung soal seorang wanita yang menangis histeris saat bertemu dengan capres pilihannnya saat kampanye.

Mantan jurnalis itu lantas menyamakan soal iklan sampo.

Sudjiwo Tedjo lantas bertanya tujuan dari penyebar video atau informasi yang mengungkap soal peristiwa rekaan tersebut.

"Buat apa ya nyebarin video-belakang-layar tentang settingan kedekatan capres/cawapres dengan rakyat yang histeris nangis-nangis dll?" tulis Sudjiwo Tedjo, pada Minggu (10/2/2019).

Pasalnya menurut Sudjiwo Tedjo tahu atau tidaknya masyarakat terhadap sebuah rekaan yang diciptakan salah satu capres-cawapres tak memiliki pengaruh sama sekali.

"Rakyat tahu/nggak bahwa itu settingan, gak ngaruh," tulis Sudjiwo Tedjo.

Sudjiwo Tedjo menyamakan hal tersebut dengan model yang ada di iklan sampo.

Ia menjelaskan meski sudah mengetahui model iklan itu menggunakan rambut palsu, namun masyarakat akan tetap membeli sampo tersebut.

"Rakyat juga tahu kok bintang iklan sampo rambutnya settingan agar indah dan belum tentu pakai sampo itu," tulis Sudjiwo Tedjo.


Sebelumnya viral video wanita menangis histeris bertemu capres 01 Jokowi Dodo. Peristiwa itu dinilai settingan oleh netizen karena wanita dalam video diminta untuk mengulang adegan menangisnya untuk difoto oleh pasukan pengawal presiden.

Berikut videonya,


SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Minggu, 10 Februari 2019

Mau Cekik Guru karena Ditegur Ngerokok di Kelas, Siswa Ini Akhirnya Nangis

AA (14), siswa salah satu sekolah swasta di Kecamatan Wringinanom, Gresik menyesali perbuatannya. Dia mengaku bersalah telah merokok dan hendak mencekik gurunya, Nur Khalim.

Diantar orang tuanya Slamet dan Anik, AA mendatangi Polsek Wringinanom. Dengan mengenakan kaos berwarna hitam dan bertuliskan Ijo Rawe, AA dimintai keterangan oleh Kanit Reskrim Polsek Wringinanom, Ipda Joko Supriyanto.

Sebelumnya, Polsek Wringinanom melakukan mediasi bersama Kepala Sekolah serta beberapa tokoh masyarakat. Tujuannya, kejadian yang dilakukan AA tidak terulang lagi.

"Saya meminta maaf dan bersedia mengubah sikap tidak mengulangi perbuatan yang tidak baik di kelas maupun dihadapan guru sewaktu pelajaran sekolah," ujar AA kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Diakui AA sebelum kejadian, dirinya sudah meminta maaf kepada gurunya Nur Khalim. Sewaktu merokok dan memegang leher gurunya saat pelajaran IPS.

"Awalnya guyon tapi saya dipanas-panasi oleh teman-teman. Saat itu, saya merokok di dalam kelas dan diminta oleh guru agar dibuang. Tapi, saya terus dipanasi lalu bertindak di luar kendali," ujarnya.

Sementara ibu AA Anik mengaku, dirinya sudah melihat video anak pertamanya yang merokok di dalam kelas sambil berbuat onar. Setelah kejadian itu, dirinya bersama suaminya dipanggil pihak sekolah terkait kejadian ini.

"Saya kira sudah selesai dan kami bersama suami tidak tahu apa-apa. Tahunya videonya sudah viral di medsos," ungkapnya.

Sementara, Nur Khalim (28) guru AA menyatakan dirinya sudah memaafkan terkait tingkah laku yang dilakukan AA dihadapan dirinya. Meski videonya sudah viral di medsos dan masyarakat.

Seperti diketahui, kejadian video viral di medsos dan masyarakat terjadi pada 2 Februari 2019. Pada saat kejadian itu, AA sambil merokok di kelas sambil memegah kerah baju gurunya Nur Khalim di kelas. Imbas kejadian itu, membuat dunia pendidikan tercoreng. (*)

Video:




SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Adegannya Diulang, Video Wanita Nangis Bertemu Jokowi Hebohkan Netizen

Sebuah video menghebohkan media sosial. Pasalnya, video yang menunjukkan wanita menangis saat bertemu salah satu capres itu dinilai settingan. Hal itu tampak dengan adanya adegan ulang. Komentar netizen pun tak bisa dikendalikan. 

“Roll.....action! 😆😆 (Kurang Rapi),” kata Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitter pribadinya, @AkunTofa, Ahad (10/2/2019), sembari mengunggah video tersebut.


“Nangisnya nga natural...” kata @mamosuparmo

“Ada adegan yang harus diulangi ya,” kata @sisilain_pria

“Publik sudah muak dengan model seperti ini,elektabilitas tidak bisa dibangun dengan kebohongan,” kata @fahmiabas70

“Dia itu sebagai apa sih??? Bingung sy ngelihatnya,” kata @kikaoyes

“Hahahaha di suruh nangis nangis histeris ya 🤣🤣🤣🤣,” kata @zanaaa13

“Judul sinetronnya apa nih...kapan mulai tayang 🤣🤣🤣🤣,” kata Rimorumeso (*)
 SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Survei CRC, Mayoritas Muslim Pilih Prabowo-Sandi

Lembaga riset Celebes Riset Center (CRC) menyatakan, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin didominasi oleh pemilih non muslim. Sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto didominasi pemilih dari kalangan Islam.

"Jokowi-Ma'ruf cenderung didukung pemilih non muslim, angkanya sebesar 87,1 persen. Sedangkan pemilih Islam yang memilih hanya mencapai 51,9 persen," kata Direktur Eksekutif CRC Herman Heizer di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Sedangkan Prabowo-Sandi sebaliknya, yakni masyarakat muslim mendominasi kelas pemilih paslon nomo 02, sedangkan pemilih non muslim sebanyak 5,6 persen.

Sementara itu, berdasarkan klasifikasi wilayahnya, kata Herman, pasangan calon Jokowi-Ma'ruf didominasi oleh pemilih pedesaan, yakni 65,6 persen sedangkan di perkotaan hanya mencapai 44,9 persen.

"Untuk Prabowo-Sandi cenderung didominasi pemilih perkotaan, yakni sebesar 39,6 persen sedangkan di pedesaan 24,2 persen," jelas Herman.

Adapun lingkup penelitian adalah seluruh rakyat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih yang sudah berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan plus minus 2,83 persen pada selang kepercayaan  95.0 persen. Sampel berasal dari 34 provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. [JP]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Kader PDIP Rugikan Negara Rp 5,8 T, BPN: Ini Bukti Revolusi Mental

 Kasus korupsi kader PDIP yang menjadi Bupati Kota Waringin Timur Supian Hadi yang telah merugikan negara sebesar Rp 5,8 triliun jadi sorotan masyarakat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki secara tuntas aliran dana haram tersebut.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Aliyudin menduga dana korupsi yang telah merugikan negara sebesar Rp 5,8 triliun itu mengalir ke pihak lain. Atas dasar itu, dia meminta lembaga antirasuah jeli untuk menganalisis aliran dana tersebut.

"Kasus korupsi kotim (Kotawaringin Timur) harus diutus tuntas kemana saja uang korupai itu mengalir. Harus disidik secara transparan dan terbuka kepada publik. Tidak mungkin uang sebanyak itu dinikmati sendiri oleh  pelaku," kata Suhud saat dihubungi, Minggu (10/2).

Menurut Suhud, jumlah angka korupsi yang dilakukan oleh anak buah Megawati Soekarnoputri itu dinilainya sangat fantastis. Praktik ini pun semakin menegaskan pernyataan Prabowo soal korupsi di Indonesia yang telah mencapai stadium 4.

"Artinya, praktik korupsi oleh pejabat publik sudah berada pada tingkat berbahaya karena merusak negara," terangnya.

Di sisi lain, kata dia, praktik korupsi yang dilakukan oleh Supian juga menunjukkan bahwa revolusi mental yang dilakukan oleh Jokowi telah gagal. Program yang menjadi adandalan Jokowi pada pilpres 2014 itu dinilai telah gagal menekan angka korupsi.

"Artinya sudah jelas, Kader PDIP korupsi dan ini hasil Revolusi Mental Jokowi. Yang hanya sebatas jargon. Program itu dalam 4 tahun ini terbukti tak memberikan dampak signifikan bagi gerakan pemberantasan korupsi," pungkasnya. [JP]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Saat Edy Rahmayadi Ubah Salam Dua dan Satu Jari Warga Jadi Kepalan

Gaya kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, kerap menarik perhatian publik. Terbaru, mantan ketua PSSI itu mengganti pose tangan seorang perempuan, yang menunjukkan salam satu jari dengan jempol dan salam dua jari menjadi sebuah kepalan tangan. 

Dalam video berdurasi 24 detik itu, Edy dikerumuni banyak orang yang hendak berfoto bersamanya. Dari sekian banyak orang yang ingin berfoto itu, seorang perempuan berpose dengan dua jari. 

Edy yang melihat kejadian itu  langsung memegang tangannya untuk mengganti pose itu menjadi kepalan. 

Meski begitu, perempuan tersebut malah mengganti posenya menjadi salam jempol. Edy pun kembali mengubah posenya menjadi kepalan. 

"Gini," kata Edy sambil membetulkan jari tangan perempuan tersebut yang disambut tawa. '


Dikonfirmasi terpisah, tenaga ahli humas Pemprov Sumut, Parada Siregar, mengatakan video itu diambil pada Jum'at (8/2).

Saat itu, Edy menghadiri acara pameran satu abad surat kabar di Sumut yang digelar di lantai 1 kantor gubernur. Kedatangannya pun langsung disambut hangat para pengunjung, termasuk siswa dari MTS Taman Siswa yang berebut untuk swafoto.

Parada mengatakan tujuan Edy mengubah pose warga itu untuk menunjukkan netralitasnya di Pilpres 2019.

"Nah, ketika hendak berfoto, bapak gubernur melihat salah satu pengunjung berpose dengan mengacungkan jari dua, kemudian menunjukan satu jari," kata Parada, Minggu (10/2), dilansir kumparan.

"Pak Gubernur Sumut pun dengan sigap mengganti pose tersebut dengan kepalan tangan sebagai simbol perjuangan dan netralitas beliau di tengah politik yang memanas," tutupnya. (*)
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Akun IG 'Gay Muslim Comics' Ramai Dikutuk Netizen RI

Akun Instagram @alpant**i jadi kontroversi. Akun itu memuat deskripsi diri 'Gay Muslim Comics'.

Dilihat detikcom, Minggu (10/2/2019) pukul 10.55 WIB, akun tersebut punya 13 posts, 2.523 followers, dan 111 followings. Gambarnya profilnya adalah pria muda berkulit cokelat memakai kopiah.

Deskripsi akun itu terejawantahkan dalam isi posting-postingnya. Ya, akun itu memposting komik yang materinya adalah kehidupan seorang pria muslim dengan orientasi seksual sejenis.

Dalam tiap postingnya, pemilik akun melampirkan hashtag #gaymalaysia #gayindonesia #gaymuslim #gaycomics #komikmalaysia. Patut diduga akun ini dikelola oleh warga negara tetangga.

Namun komentar-komentar di akun itu didominasi oleh akun-akun WNI. Banyak netizen yang mengutuk posting-posting @alpant**i. Sebagian netizen pengunjung akun itu me-mention akun Kementerian Kominfo, Humas Polri dan Kementerian Agama. [dtk]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Jokowi - Ma’ruf Kalah Telak Polling di “Kandang Sendiri”, Ini Faktanya!

Kampanye media sosial dari kedua kubu pendukung capres-cawapres semakin dinamis. Terbaru polling yang dibuat Relawan Jokowi-Ma’rif di platform Facebook hasilnya sangat menarik.

Lewat fanpage Relawan Jokowi-Maruf Amin pada Senin (4/02/2019) membuat jajak pendapat (polling). Sang admin menampilkan 2 foto pasangan capres dan cawapres. Tampilan dibuat menyerupai kertas suara yang sebenarnya seperti di pilpres nanti.

Pertanyaan yang diajukan untuk polling yaitu: ‘Siapa yang paling anda percayai untuk memimpin Indonesia selama 5 tahun kedepan. Gunakan hak pilih anda secara bijak’.

Pantauan Gelora.co sampai Minggu (10/02) pukul 13.30 WIB, sudah 41.400 akun berpartisipasi dalam polling ini.

Hasilnya, pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandi unggul telak dari Jokowi-Ma’ruf.

Prabowo-Sandi memperoleh 89% suara, pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 11% suara.



Hal ini amat mengagetkan bagi admin pengelola halaman Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin. Tampak kecewa terhadap para pendukung Jokowi-Ma’ruf, ini komentarnya.

“Mana suaranya untuk Pak Jokowi, jangan bikin malulah, kita ini kader militan kok kalah di polling kita sendiri,” tulis admin dengan nada menyesali.

Diketahui halaman ini dikelola oleh relawan Projo.id. Postingan ini sudah dibagikan 1.400 kali.

Kabar ini membuat gembira netizen kubu pendukung Prabowo-Sandi. Beragam komentar pun mengalir deras.

“Kalah di kandang sendiri , 89% rakyat ingin #2019prabowopresiden, di sosmed kalah di darat kalah wkwkwk..,” tulis akun Diandra Vella saking gembiranya. (*)
SUMBER © OPOSISINEWS.COM
loading...
© Copyright 2019 OposisiNews | All Right Reserved