Berita

Selasa, 05 Maret 2019

AMAZING! Kok Bisa Bohong Dalam Satu Tarikan Nafas


VIDEO viral pengakuan Jokowi soal masa kecilnya, dimana lahir, dan bagaimana rumahanya digusur...

Video dari MetroTV saat Pilpres 2014 lalu, tampak dari baju kotak-kotak yang dipakai Jokowi.

Yang bikin warganet tepok jidat, bener-bener speechless, gak bisa komen apa-apa lagi dari video ini adalah omongan Jokowi yang dalam satu tarikan nafas tapi bertolak belakang.

Di awal Jokowi ngaku berumur 4 tahun saat rumahnya digusur..

Lalu di akhir omongannya Jokowi mengatakan berumur 10 tahun..

Betul-betul amazing!!!

YA ALLAH.... ngelus dodo..

Simak videonya:


Kamis, 21 Februari 2019

Setiap Malam, Pelaku Illegal Logging Bawa Kayu dari Lahan Prabowo

JAKARTA – Pengelolaan lahan Prabowo Subianto di Aceh Tengah, melalui perusahaannya PT Tusam Hutani Lestari (THL) ternyata bermasalah. Praktik illegal logging dan sejumlah aktivitas terlarang lainnya terjadi setiap malam di areal tersebut.

Fakta itu diungkap Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang telah melakukan monitoring hutan dan lahan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah pada 2016 lalu dan menemukan ada masalah dalam pengelolaannya.

PT THL yang berluas areal kerja sebesar 97.300 hektar tersebut bergerak dalam menyediakan dan memasok bahan kayu lokal. Dalam kegiatannnya tersebut, Walhi menduga adanya kasus perambahan hutan, illegal logging dan terjadi sejumlah aktivitas illegal di dalamnya.

“Kondisi saat ini areal tersebut telah dirambah warga dan banyak terjadi aktivitas illegal di dalamnya. Setiap malam, keluar kayu dari areal kerja PT THL yang dilakukan oleh pelaku illegal logging,” kata Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur dikutip dari JawaPos.com, Rabu (20/2/2019).

Temuan Walhi ini sudah dibahas dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Bener Meriah dan Kesatuan Pengelola Hutan (KHP) Wilayah II. Dengan menelantarkan areal izin, perusahaan Prabowo dinilai patut diberikan sanksi.

“Kondisi ini ibarat membuka kios dalam toko, kalaupun tidak dikelola seharusnya jangan diberi ruang untuk aktivitas illegal. Aktivitas illegal dalam areal kerja PT. THL diduga melibatkan banyak pihak, termasuk para pengusaha yang ada di Bener Meriah,” tuturnya.

Nur mengungkapkan, kehadiran PT THL belum mampu berkontribusi positif terhadap daerah dan kesejahteraan rakyat.

Sebaliknya, PT THL dinilai telah membatasi ruang bagi wilayah kelola rakyat. Atas dasar itu, pemerintah harus mampu memastikan kewajiban PT THL dalam menyediakan areal sebagai ruang tanaman kehidupan bagi kemitraan setempat.

Di sisi lain, kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) dalam agenda evaluasi lima tahunan sepatutnya melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap izin PT THL. Khususnya dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Penguasaan areal untuk lahan perkebunan dan pemukiman yang dilakukan oleh warga di areal kerja PT THL menandakan telah terjadi krisis ruang dan kebutuhan lahan untuk wilayah kelola masyarakat di Bener Meriah. Atas kebutuhan ruang tersebut, seharusnya proses penegakan hukum tidak hanya dilakukan terhadap warga, akan tetapi juga harus ke perusahaan,” tukasnya.

Isu kepemilikan lahan yang dikuasai oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ini pertama kali digulirkan oleh capres rivalnya, Joko Widodo (Jokowi) dalam acara debat kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (17/2/2019) lalu.

Dalam acara tersebut, Jokowi menyebut, Prabowo menguasai aset lahan sebesar 340 ribu hektar di dua provinsi. Yakni, 220 ribu hektar di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektar di Aceh Tengah. Tak menampik, mantan Danjen Kopassus itu mengakui bahwa tanahnya itu memang tengah dikelolanya dalam status Hak Guna Usaha (HGU).
SUMBER © OPOSISINEWS.COM 

Tak Diliput Media, Ratusan Karyawan Pertamina Demo di Istana, Pernyataan Jokowi Menyesatkan

Ratusan karyawan pertamina berunjuk rasa di Istana Merdeka tolak pernyataan Presiden Jokowi soal naiknya harga tiket pesawat domestik karena avtur. Pernyataan Presiden Jokowi dianggap menyudutkan Pertamina

Demonstrasi ratusan karyawan Pertamina itu luput dari pantauan media. Hal ini mendapat sorotan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Fahri mengatakan unjuk rasa karyawan Pertamina terkait avtur itu banyak luput dari media kecuali tv One. Anehnya, Jokowi justru diberi penghargaan dari Dewan Pers.

“Bagaimana kita bilang ada kebebasan pers tapi demo besar #PertaminaAvtur luput dari media kecuali TVONE.

Dah gitu jokowi dapat award dari dewan pers…hebat ya,” tulis Fahri Hamzah.
Tak hanya Fahri Hamzah, warganet juga turut mengomentari terkait demo yang luput dari pantauan media.
Diketahui dari tayangan Tv One, unjuk rasa tersebut dilakukan oleh serikat pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pertamina Bersatu di depan Istana Merdeka Jakarta, Rabu (19/2/2019).
Ratusan orang yang menaiki setidaknya 10 bus mendemo pernyataan Jokowi yang pernah mengatakan bahwa naiknya harga tiket pesawat domestik karena avtur.

Arie Gumelar selaku Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu mengatakan pernyataan Jokowi itu bisa menyesatkan.

“Yang mengatakan bahwa mahalnya tiket pesawat itu salah satu penyebab faktor utamanya adalah avtur, ini adalah informasi yang menyesatkan,” ujar Arie, Rabu (20/2/2019).

“Kami juga sampaikan ke beberapa media, kami rilis bahwa itu menyesatkan.”
Sebelumnya, pihaknya juga telah melayangkan somasi agar presiden menarik ucapannya.
“Sampai kami layangkan somasi untuk mencabut mahalnya tiket pesawat karena avtur, dan meminta maaf pada pihak yang dirugikan,” tambah Arie.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi mengatakan dirinya mengaku kaget dengan harga tiket yang begitu mahal, Senin (11/2/2019).

“Berkaitan dengan harga tiket pesawat. Saya terus terang juga kaget,” ujar Jokowi.
“Dan malam hari ini saya juga baru tahu dari Pak Chairul Tanjung, mengenai avtur, yang ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu domonopoli oleh Pertamina sendiri,” tambahnya.

J okowi juga menambahkan bahwa ada dua pilihan yang bisa membuat harga tiket pesawat menjadi lebih kompetitif.

Yakni dengan menurunkan harga atau mengizinkan perusahaan minyak lainnya untuk menjual avtur.
“Pilihan-pilihannya hanya itu. Sudah, enggak ada yang lain. Karena memang ini sangat mengganggu sekali,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi juga telah mengakui ada banyak keluhan yang masuk padanya.
Namun ia tak menyangka akan kenaikan yang signifikan tersebut.

“Saya ini memang kemarin melihat banyak keluhan itu tapi saya belum, ini apa kok tahu-tahu naik dan naiknya setinggi itu,” ujar Jokowi.(*)
SUMBER © OPOSISINEWS.COM 

Senin, 18 Februari 2019

Api melalap 497,7 hektare lahan di Riau

Kebakaran lahan dan hutan melanda area seluas 497,7 hektare di wilayah Provinsi Riau sejak awal hingga pertengahan Februari 2019 menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Luas area yang terbakar meningkat signifikan dari 267 hektare lima hari lalu.

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger kepada Antara di Pekanbaru, Jumat, mengatakan cuaca kering wilayah pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Meranti dan Rokan Hilir membuat kebakaran meluas dengan cepat.

"Kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Bengkalis dengan total 322 hektare," kata Edwar.

Sepanjang pekan ini, Bengkalis merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran paling parah. Sekitar 200 hektare lahan gambut di Pulau Rupat, Bengkalis, terbakar dan hingga kini belum dapat dikendalikan.

Menurut data yang diperoleh Antara, kebakaran lahan di Bengkalis awal pekan ini masih mencakup area 131 hektare, namun pada Jumat telah meluas menjadi 322 hektare.

Selain di Bengkalis, kebakaran juga melanda lahan seluas 112 hektare di Kabupaten Rokan Hilir. Di Kota Dumai, kebakaran juga masih berlangsung hingga awal pekan ini, tepatnya di Kecamatan Sungai Sembilan dan Medang Kampai, dengan luas area terbakar 31,5 hektare.

Kebakaran lahan juga terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, tempat api melalap area seluas 2,2 hektare.

"Untuk di Bengkalis dan Dumai upaya pemadaman masih terus berlangsung hingga hari ini," ujar Edwar.

Selain wilayah pesisir Riau, kebakaran juga terjadi di wilayah Riau daratan seperti Kabupaten Kampar, tempat kebakaran melanda area seluas 14 hektare.

"Dan di Pekanbaru seluas 16,01 hektare terbakar," ujarnya.

Kebakaran lahan yang melanda Riau, terutama wilayah pesisir, menimbulkan kabut asap di wilayah seperti Kota Dumai. Sepanjang pekan ini Kota Dumai berselimut asap. Akibatnya, kualitas udara di kota itu sempat mencapai level berbahaya berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Senin, 11 Februari 2019

Kata Luhut: Jokowi Rajin Sembahyang, yang Sebelah Sana Belum Jelas, Begini Tanggapan Warganet

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung soal tuduhan kriminalisasi ulama yang selama ini ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Luhut mengaku heran karena selama ini mengenal Jokowi sebagai orang yang taat beribadah.

Dilansir CnnIndonesia, hal ini dikatakannya di depan seribu purnawirawan TNI-Polri dalam acara silaturahmi bersama Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/2).

"Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia [Jokowi] tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga," tutur Luhut.

Para purnawirawan yang menyimak pernyataan Luhut sontak tertawa. Luhut pun ikut tersenyum kecil.

Ia kemudian menyinggung soal tuduhan Jokowi pemimpin yang otoriter. Dia membantah hal itu.

Luhut menjelaskan bahwa selama ini bekerja sebagai bawahan Jokowi. Dia mengatakan Jokowi adalah orang yang selalu mendengarkan pendapat orang lain. Menurutnya, keliru jika eks wali kota solo itu disebut otoriter.

"Tidak otoriter. He listen to you carefully. Saya mengalami. Saya jelaskan argumen saya kasih. Saya tanya siapkan semuanya dengan staf saya semua. Dia mendengarkan," ucap Luhut.

Luhut pun tidak memaksa para purnawirawan yang merupakan kawan-kawan seperjuangannya dulu agar memilih Jokowi. Ia hanya mengajak seraya mengatakan bahwa Jokowi adalah sosok yang mampu membangun Indonesia ke arah yang lebih baik

"Sekali lagi Dari lubuk hari saya terdalam, Anda mau pilih siapa saja, itu terserah. Tapi kalau mau masa depan Indonesia yang bagus pilihlah pak Jokowi. Hemat saya itu akan bagus bagi Indonesia," kata Luhut.

Purnawirawan yang hadir di acara deklarasi berasal dari berbagai matra yakni Angkatan darat , laut, dan udara.

Sejumlah nama populer turut hadir. Misalnya, Jenderal TNI Purn Fachrul Razi, Letjen TNI Purn Suaidi Marasabessy, Jenderal TNI Purn Subagyo HS dan Laksamana TNI purn Bernard Kent Sondakh.

Selain itu, hadir juga Laksamana Madya TNI Purn Freddy Numberi dan Marsekal TNI Agus Supriyatna.

Sementara, dari Polri diwakili oleh tiga mantan Kepala Polri. Masing-masing yakni Jenderal Pol Purn Roesmanhadi, Jenderal Pol purn Da'i Bachtiar dan Jenderal Pol purn Bimantoro.

Pernyataan Luhut ternyata memantik reaksi warganet.










[cnn/pbc]

Fotonya Terbaring di Rumah Sakit Viral, Ini Kata Ali Ngabalin

Foto Ali Mochtar Ngabalin sedang terbaring di ranjang rumah sakit beredar luas di grup-grup WhatsApp. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP itu angkat suara mengenai foto viral yang menggambarkan seolah-olah dia sedang sakit itu.

Dalam foto tersebut, Ngabalin terlihat terbaring di ranjang rumah sakit dengan kondisi terlentang. Tampak alat-alat medis terpasang di tubuh pria yang akrab dengan serbannya itu. Ngabalin menyebut dia memang sempat masuk rumah sakit lantaran kegiatannya yang padat.

"Ini Abang sudah di Sekretariat Negara ini, Sekretariat Negara, hari ini masuk kantor seperti biasa. Kemarin memang tanggal 5, 6, 7, 8, 9 itu bolak-balik Jakarta-Yogyakarta-Semarang-Solo-Makassar, itu memang sangat padat. Pagi, siang, sore, malam, pergi terbang subuh, pulang malam, terbang sana ke... ya ke berbagai... di beberapa tempat," ujar Ngabalin saat dimintai konfirmasi, Senin (11/2/2019).

Ngabalin menepis kabar bahwa dia sempat sakit berat. Keperluannya ke rumah sakit hanya untuk general check up.

"Ya, jadi agak puyenglah sedikit, terus lihat anak di Rumah Sakit Jogja International Hospital di Yogyakarta ya, terus masuk rumah sakit. Memang agak puyenglah sedikit. Periksa batuk, terus sekalian general check up. Setelah general check up ada kolesterol sedikit, ada lambung, kurang minum, kurang doping vitamin, udah," tutur Ngabalin.

Ngabalin menjalani medical check up pada Sabtu-Minggu, 9-10 Februari 2019. Dia menegaskan kondisi kesehatannya sudah lebih baik.

Terkait pihak-pihak yang menyebut dia terkena sakit berat, Ngabalin hanya bisa mengirim doa. Dia menegaskan kondisinya sudah sangat baik dan sudah berkantor hari ini.

"Astaghfirullahaladzim, nggak, nggak, nggak, nggak, nggak (sakit berat). Nah ini coba dengar Abang punya suara, tidak berubah sedikit pun. Mudah-mudahan itu menjadi doa dan sudah Abang maafkan. Biasa saja. Sudah kelar, selesai," tutur dia.[dtk]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Pendukung Jokowi Tertangkap Kamera Suntrungi Kepala Pria yang Acungkan Dua Jari

POLISI mengamankan tiga orang pada acara Deklarasi Alumni SMA Jakarta Bersatu dukung Jokowi–Ma'ruf di Pilpres 2019, Minggu (10/2/2019).

Tiga pria itu diamankan polisi lantaran terlihat mengacungkan jari simbol paslon 02 saat berselfie di tengah para pendukung Jokowi.

Acara tersebut diadakan di Istora Senayan Jakarta, dan dihadiri ribuan alumni SMA se-Jakarta yang mendukung Jokowi-Maruf.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara tersebut

Dalam acara ini, Jokowi mendengarkan pernyataan dukungan yang dibacakan oleh perwakilan alumni SMA dari SMA N 26 angkatan 2005 Kirana Larasti yang bertugas menjadi Deklarator.

Tapi di tengah acara terjadi insiden kecil yang mungkin saja tak disadari oleh Jokowi.

Sebab ketika insiden itu terjadi Jokowi tengah berorasi di tengah para pendukungnya.

Hal itu terlihat dalam unggahan akun instagram @m.bahrunnajach.

Dalam video itu terlihat ada 3 orang diamankan polisi dari kerumunan massa.

Mereka dibawa berjalan melintasi para pendukung Jokowi yang kelihatan marah.

Mereka berjalan sambil menghalangi kepala mereka dengan tangannya.

Ketika sampai di salah satu kerumunan, pendukung Jokowi memegang kepala salah satu dari 3 orang tersebut dengan kasar dan didorong dengan keras.

Simak video selengkapnya :

SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Ngabalin Dikabarkan Stroke dan Masuk Rumah Sakit

Politisi senior Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin dikabarkan jatuh sakit. Ngabalin dikabarkan mengalami stroke dan terpaksa harus dirawat intensif pada salah satu rumah sakit. 

Kabar itu ramai di media sosial Minggu malam (10/02).



Penelusuran Gelora.co, dari akun Facebook miliknya, Ali Mochtar Ngabalin menginformasikan bahwa dirinya sudah sehat dan besok sudah bisa masuk kantor.

“Alhamdulillah saya sehat wal’afiah insya Allah besok sudah bisa masuk kantor di Bina Graha seperti biasa. Salam Ali Mocthar Ngabalin dari Jogjakarta International Hospital (JIH)”, demikian postingnya, 10 Febuari 2019.

Ngabalin sendiri tak mengutarakan penyakit yang diderita atau jenis pemeriksaannya.

"Alhamdulillah bang Ali Mocthar Ngabalin sdh sehat dan besok bisa beraktivitas kembali..", tulis Syamsiar Syam melampirkan foto Ngabalin tengah duduk di kasur perawatan rumah sakit.


SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Singgung soal Video Kampanye Settingan Capres, Sudjiwo Tedjo Samakan dengan Iklan Sampo

Budayawan Sudjiwo Tedjo membahas soal penyebaran video yang membongkar adegan settingan atau rekaan kedekatan rakyat dengan salah seorang capres-cawapres.

Sudjiwo Tedjo juga menyinggung soal seorang wanita yang menangis histeris saat bertemu dengan capres pilihannnya saat kampanye.

Mantan jurnalis itu lantas menyamakan soal iklan sampo.

Sudjiwo Tedjo lantas bertanya tujuan dari penyebar video atau informasi yang mengungkap soal peristiwa rekaan tersebut.

"Buat apa ya nyebarin video-belakang-layar tentang settingan kedekatan capres/cawapres dengan rakyat yang histeris nangis-nangis dll?" tulis Sudjiwo Tedjo, pada Minggu (10/2/2019).

Pasalnya menurut Sudjiwo Tedjo tahu atau tidaknya masyarakat terhadap sebuah rekaan yang diciptakan salah satu capres-cawapres tak memiliki pengaruh sama sekali.

"Rakyat tahu/nggak bahwa itu settingan, gak ngaruh," tulis Sudjiwo Tedjo.

Sudjiwo Tedjo menyamakan hal tersebut dengan model yang ada di iklan sampo.

Ia menjelaskan meski sudah mengetahui model iklan itu menggunakan rambut palsu, namun masyarakat akan tetap membeli sampo tersebut.

"Rakyat juga tahu kok bintang iklan sampo rambutnya settingan agar indah dan belum tentu pakai sampo itu," tulis Sudjiwo Tedjo.


Sebelumnya viral video wanita menangis histeris bertemu capres 01 Jokowi Dodo. Peristiwa itu dinilai settingan oleh netizen karena wanita dalam video diminta untuk mengulang adegan menangisnya untuk difoto oleh pasukan pengawal presiden.

Berikut videonya,


SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Minggu, 10 Februari 2019

Mau Cekik Guru karena Ditegur Ngerokok di Kelas, Siswa Ini Akhirnya Nangis

AA (14), siswa salah satu sekolah swasta di Kecamatan Wringinanom, Gresik menyesali perbuatannya. Dia mengaku bersalah telah merokok dan hendak mencekik gurunya, Nur Khalim.

Diantar orang tuanya Slamet dan Anik, AA mendatangi Polsek Wringinanom. Dengan mengenakan kaos berwarna hitam dan bertuliskan Ijo Rawe, AA dimintai keterangan oleh Kanit Reskrim Polsek Wringinanom, Ipda Joko Supriyanto.

Sebelumnya, Polsek Wringinanom melakukan mediasi bersama Kepala Sekolah serta beberapa tokoh masyarakat. Tujuannya, kejadian yang dilakukan AA tidak terulang lagi.

"Saya meminta maaf dan bersedia mengubah sikap tidak mengulangi perbuatan yang tidak baik di kelas maupun dihadapan guru sewaktu pelajaran sekolah," ujar AA kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Diakui AA sebelum kejadian, dirinya sudah meminta maaf kepada gurunya Nur Khalim. Sewaktu merokok dan memegang leher gurunya saat pelajaran IPS.

"Awalnya guyon tapi saya dipanas-panasi oleh teman-teman. Saat itu, saya merokok di dalam kelas dan diminta oleh guru agar dibuang. Tapi, saya terus dipanasi lalu bertindak di luar kendali," ujarnya.

Sementara ibu AA Anik mengaku, dirinya sudah melihat video anak pertamanya yang merokok di dalam kelas sambil berbuat onar. Setelah kejadian itu, dirinya bersama suaminya dipanggil pihak sekolah terkait kejadian ini.

"Saya kira sudah selesai dan kami bersama suami tidak tahu apa-apa. Tahunya videonya sudah viral di medsos," ungkapnya.

Sementara, Nur Khalim (28) guru AA menyatakan dirinya sudah memaafkan terkait tingkah laku yang dilakukan AA dihadapan dirinya. Meski videonya sudah viral di medsos dan masyarakat.

Seperti diketahui, kejadian video viral di medsos dan masyarakat terjadi pada 2 Februari 2019. Pada saat kejadian itu, AA sambil merokok di kelas sambil memegah kerah baju gurunya Nur Khalim di kelas. Imbas kejadian itu, membuat dunia pendidikan tercoreng. (*)

Video:




SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Adegannya Diulang, Video Wanita Nangis Bertemu Jokowi Hebohkan Netizen

Sebuah video menghebohkan media sosial. Pasalnya, video yang menunjukkan wanita menangis saat bertemu salah satu capres itu dinilai settingan. Hal itu tampak dengan adanya adegan ulang. Komentar netizen pun tak bisa dikendalikan. 

“Roll.....action! 😆😆 (Kurang Rapi),” kata Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitter pribadinya, @AkunTofa, Ahad (10/2/2019), sembari mengunggah video tersebut.


“Nangisnya nga natural...” kata @mamosuparmo

“Ada adegan yang harus diulangi ya,” kata @sisilain_pria

“Publik sudah muak dengan model seperti ini,elektabilitas tidak bisa dibangun dengan kebohongan,” kata @fahmiabas70

“Dia itu sebagai apa sih??? Bingung sy ngelihatnya,” kata @kikaoyes

“Hahahaha di suruh nangis nangis histeris ya 🤣🤣🤣🤣,” kata @zanaaa13

“Judul sinetronnya apa nih...kapan mulai tayang 🤣🤣🤣🤣,” kata Rimorumeso (*)
 SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Survei CRC, Mayoritas Muslim Pilih Prabowo-Sandi

Lembaga riset Celebes Riset Center (CRC) menyatakan, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin didominasi oleh pemilih non muslim. Sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto didominasi pemilih dari kalangan Islam.

"Jokowi-Ma'ruf cenderung didukung pemilih non muslim, angkanya sebesar 87,1 persen. Sedangkan pemilih Islam yang memilih hanya mencapai 51,9 persen," kata Direktur Eksekutif CRC Herman Heizer di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Sedangkan Prabowo-Sandi sebaliknya, yakni masyarakat muslim mendominasi kelas pemilih paslon nomo 02, sedangkan pemilih non muslim sebanyak 5,6 persen.

Sementara itu, berdasarkan klasifikasi wilayahnya, kata Herman, pasangan calon Jokowi-Ma'ruf didominasi oleh pemilih pedesaan, yakni 65,6 persen sedangkan di perkotaan hanya mencapai 44,9 persen.

"Untuk Prabowo-Sandi cenderung didominasi pemilih perkotaan, yakni sebesar 39,6 persen sedangkan di pedesaan 24,2 persen," jelas Herman.

Adapun lingkup penelitian adalah seluruh rakyat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih yang sudah berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan plus minus 2,83 persen pada selang kepercayaan  95.0 persen. Sampel berasal dari 34 provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. [JP]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Kader PDIP Rugikan Negara Rp 5,8 T, BPN: Ini Bukti Revolusi Mental

 Kasus korupsi kader PDIP yang menjadi Bupati Kota Waringin Timur Supian Hadi yang telah merugikan negara sebesar Rp 5,8 triliun jadi sorotan masyarakat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki secara tuntas aliran dana haram tersebut.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Aliyudin menduga dana korupsi yang telah merugikan negara sebesar Rp 5,8 triliun itu mengalir ke pihak lain. Atas dasar itu, dia meminta lembaga antirasuah jeli untuk menganalisis aliran dana tersebut.

"Kasus korupsi kotim (Kotawaringin Timur) harus diutus tuntas kemana saja uang korupai itu mengalir. Harus disidik secara transparan dan terbuka kepada publik. Tidak mungkin uang sebanyak itu dinikmati sendiri oleh  pelaku," kata Suhud saat dihubungi, Minggu (10/2).

Menurut Suhud, jumlah angka korupsi yang dilakukan oleh anak buah Megawati Soekarnoputri itu dinilainya sangat fantastis. Praktik ini pun semakin menegaskan pernyataan Prabowo soal korupsi di Indonesia yang telah mencapai stadium 4.

"Artinya, praktik korupsi oleh pejabat publik sudah berada pada tingkat berbahaya karena merusak negara," terangnya.

Di sisi lain, kata dia, praktik korupsi yang dilakukan oleh Supian juga menunjukkan bahwa revolusi mental yang dilakukan oleh Jokowi telah gagal. Program yang menjadi adandalan Jokowi pada pilpres 2014 itu dinilai telah gagal menekan angka korupsi.

"Artinya sudah jelas, Kader PDIP korupsi dan ini hasil Revolusi Mental Jokowi. Yang hanya sebatas jargon. Program itu dalam 4 tahun ini terbukti tak memberikan dampak signifikan bagi gerakan pemberantasan korupsi," pungkasnya. [JP]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Saat Edy Rahmayadi Ubah Salam Dua dan Satu Jari Warga Jadi Kepalan

Gaya kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, kerap menarik perhatian publik. Terbaru, mantan ketua PSSI itu mengganti pose tangan seorang perempuan, yang menunjukkan salam satu jari dengan jempol dan salam dua jari menjadi sebuah kepalan tangan. 

Dalam video berdurasi 24 detik itu, Edy dikerumuni banyak orang yang hendak berfoto bersamanya. Dari sekian banyak orang yang ingin berfoto itu, seorang perempuan berpose dengan dua jari. 

Edy yang melihat kejadian itu  langsung memegang tangannya untuk mengganti pose itu menjadi kepalan. 

Meski begitu, perempuan tersebut malah mengganti posenya menjadi salam jempol. Edy pun kembali mengubah posenya menjadi kepalan. 

"Gini," kata Edy sambil membetulkan jari tangan perempuan tersebut yang disambut tawa. '


Dikonfirmasi terpisah, tenaga ahli humas Pemprov Sumut, Parada Siregar, mengatakan video itu diambil pada Jum'at (8/2).

Saat itu, Edy menghadiri acara pameran satu abad surat kabar di Sumut yang digelar di lantai 1 kantor gubernur. Kedatangannya pun langsung disambut hangat para pengunjung, termasuk siswa dari MTS Taman Siswa yang berebut untuk swafoto.

Parada mengatakan tujuan Edy mengubah pose warga itu untuk menunjukkan netralitasnya di Pilpres 2019.

"Nah, ketika hendak berfoto, bapak gubernur melihat salah satu pengunjung berpose dengan mengacungkan jari dua, kemudian menunjukan satu jari," kata Parada, Minggu (10/2), dilansir kumparan.

"Pak Gubernur Sumut pun dengan sigap mengganti pose tersebut dengan kepalan tangan sebagai simbol perjuangan dan netralitas beliau di tengah politik yang memanas," tutupnya. (*)
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Akun IG 'Gay Muslim Comics' Ramai Dikutuk Netizen RI

Akun Instagram @alpant**i jadi kontroversi. Akun itu memuat deskripsi diri 'Gay Muslim Comics'.

Dilihat detikcom, Minggu (10/2/2019) pukul 10.55 WIB, akun tersebut punya 13 posts, 2.523 followers, dan 111 followings. Gambarnya profilnya adalah pria muda berkulit cokelat memakai kopiah.

Deskripsi akun itu terejawantahkan dalam isi posting-postingnya. Ya, akun itu memposting komik yang materinya adalah kehidupan seorang pria muslim dengan orientasi seksual sejenis.

Dalam tiap postingnya, pemilik akun melampirkan hashtag #gaymalaysia #gayindonesia #gaymuslim #gaycomics #komikmalaysia. Patut diduga akun ini dikelola oleh warga negara tetangga.

Namun komentar-komentar di akun itu didominasi oleh akun-akun WNI. Banyak netizen yang mengutuk posting-posting @alpant**i. Sebagian netizen pengunjung akun itu me-mention akun Kementerian Kominfo, Humas Polri dan Kementerian Agama. [dtk]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Jokowi - Ma’ruf Kalah Telak Polling di “Kandang Sendiri”, Ini Faktanya!

Kampanye media sosial dari kedua kubu pendukung capres-cawapres semakin dinamis. Terbaru polling yang dibuat Relawan Jokowi-Ma’rif di platform Facebook hasilnya sangat menarik.

Lewat fanpage Relawan Jokowi-Maruf Amin pada Senin (4/02/2019) membuat jajak pendapat (polling). Sang admin menampilkan 2 foto pasangan capres dan cawapres. Tampilan dibuat menyerupai kertas suara yang sebenarnya seperti di pilpres nanti.

Pertanyaan yang diajukan untuk polling yaitu: ‘Siapa yang paling anda percayai untuk memimpin Indonesia selama 5 tahun kedepan. Gunakan hak pilih anda secara bijak’.

Pantauan Gelora.co sampai Minggu (10/02) pukul 13.30 WIB, sudah 41.400 akun berpartisipasi dalam polling ini.

Hasilnya, pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandi unggul telak dari Jokowi-Ma’ruf.

Prabowo-Sandi memperoleh 89% suara, pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 11% suara.



Hal ini amat mengagetkan bagi admin pengelola halaman Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin. Tampak kecewa terhadap para pendukung Jokowi-Ma’ruf, ini komentarnya.

“Mana suaranya untuk Pak Jokowi, jangan bikin malulah, kita ini kader militan kok kalah di polling kita sendiri,” tulis admin dengan nada menyesali.

Diketahui halaman ini dikelola oleh relawan Projo.id. Postingan ini sudah dibagikan 1.400 kali.

Kabar ini membuat gembira netizen kubu pendukung Prabowo-Sandi. Beragam komentar pun mengalir deras.

“Kalah di kandang sendiri , 89% rakyat ingin #2019prabowopresiden, di sosmed kalah di darat kalah wkwkwk..,” tulis akun Diandra Vella saking gembiranya. (*)
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Beredar Foto Lawas Prabowo & Titiek Berpakaian Ihram, Dahulu Kala Sebelum Ada 'Pencitraan'

Beredar foto lawas capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, bersama Titiek Soeharto mengenakan pakaian ihram.

Foto tersebut diunggah oleh akun fanbase @titiksoeharto, Minggu (10/2/2019).

Dalam foto tampak Prabowo muda yang mengenakan sehelai kain wana putih, seperti yang dikenakan orang sedang beribadah ke tanah suci.

Sementara itu, Titiek yang kala itu masih berstatus sebagai istri Prabowo, tersenyum mengenakan kain putih berwujud seperti mukena.

Tak diketahui kapan pastinya foto ini diambil.

Namun, sejak pertama kali diunggah, foto itu telah menjadi perbincangan warganet.

Foto itu juga banyak direpost oleh akun Instagram pendukung Prabowo-Sandi.

Salah satu publik figur yang mengunggah ulang foto lawas Prabowo-Titiek itu adalah Fauzi Baadila.

Memposting foto Prabowo dan Titiek, ia menyertakan caption dan menyinggung soal pencitraan.

Menurut, aktor film satu ini, saat foto itu diambil, belum ada istilah pencitraan.

"Dahulu kala sebelum istilah “Pencitraan” muncul di Kamus Besar Bahasa Bon*Sky

#MenepisTuduhanTakBertepi

Repost bude @titiksoeharto 
@titieksoeharto," tulis Fauzi lewat akun Instagram @fauzibaadilla__.

Unggahannya itu kemudian direspons sejumlah warganet.

Seperti diketahui, Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto merupakan pasangan suami-istri yang telah resmi bercerai pada tahun 1998.

Namun, hingga kini alasan percerainnya tidak pernah diketahui oleh publik.

Soal sisi religius Prabowo Subianto seperti yang tampak pada foto, Titiek juga pernah mengungkapkannya.

Menurut Titiek, Prabowo sudah Islam sejak dulu sebelum menikah dengannya.

Titiek juga bersaksi dia sering diimami Prabowo.

Hal itu dibeberkan Titiek untuk menjawab tudingan La Nyalla Mattalitti.

Salah satu tantangan La Nyalla yakni menantang Prabowo untuk menjadi imam salat.

"Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Nggak mungkin berani, ayo kita uji keislamannya Pak Prabowo, ayo suruh baca Al Fatihah, suruh baca Al Ikhlas, suruh baca bacaan salat, kita semua jadi saksi," kata La Nyalla waktu itu.

Kemudian, dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra 2018 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Prabowo menjawab tudingan itu.

Prabowo pun mengakui kalau dirinya tak pantas untuk menjadi imam salat.

"Jadi ada upaya selalu mencari-cari kesalahan, suatu saat saya dibilang islam garis keras, besoknya saya dibilang kurang Islam."

"Saya gak bisa jadi imam solat katanya. Ya saya merasa tahu diri, yang jadi imam ya harus orang yang lebih tinggi ilmunya. betul? Saya tidak takut mengakui saya merasa tidak pantas saya menjadi imam solat, lebih baik saya ikuti orang yag lebih tinggi ilmunya dari saya," ungkapnya dalam tayangan Gerindra TV yang dibagikan di twitter Partai Gerindra.

Prabowo juga mengatkan tak ingin berbohong dan berpura-pura terkait hal tersebut. [tribun]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Jubir BPN: Polisi Diam, Pidato 'Marah' Jokowi soal Saracen Hanya Pura-pura

Presiden Jokowi sendiri resah dengan keberadaan kelompok Saracen.

Bahkan pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi di Indonesia itu telah memerintahkan Kapolri agar mengusut tuntas kelompok Saracen hingga ke akar-akarnya.

Jurubicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean mengingatkan, sudah sepatutnya polisi menjalankan perintah presiden berdasarkan penjelasan pihak Facebook terkait penutupan akun dan Fanspage milik Permadi Arya alias Abu Janda.

Menurut dia, jika polisi diam saja justru memperkuat kecurigaan Saracen buatan pemerintah.

"Berarti waktu Pak Jokowi dengan mimik serius dan marah terkait Saracen yang waktu itu dia bilang sangat jahat dan sadis ya saya berfikir itu retorika belaka, pura-pura marah, karena pendukungnya lah yang terlibat di Saracen," ucap Ferdinand kepada Kantor Berita Politik RMOL, MinggU (10/2).

Ada sekitar 207 halaman, 800 akun Facebook, 546 grup, serta 208 akun Instagram Indonesia yang dihapus  Facebook Inc. Beberapa akun di antaranya selain milik Permadi Arya (halaman), juga Kata Warga (halaman), Darknet ID (halaman), berita hari ini (Grup), ac milan indo (Grup).

Head of Cybersecurity Policy Nathaniel Gleicher, melalui keterangan resminya, menyatakan bahwa ratusan akun yang dihapus tersebut berhubungan dengan sindikat Saracen.

"Sudah selayaknya ditindaklanjuti menjadi pelanggaran hukum yang luar biasa jahatnya menurut Pak Jokowi. Jadi sekali lagi kita meminta kepolisian untuk menindak lanjuti informasi awal yang diberikan pihak Facebook tersebut,” tegas Ferdinand.

Kepolisian, menurut Ferdinand, tidak bisa mengabaikan begitu saja informasi Facebook tersebut karena Saracen telah menebarkan fitnah dan hoax yang sangat kejam.

"Kita tunggu langkah konkret dari kepolisian atas penutupan akun-akun tersebut," pungkasnya.[rmol]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

#KapanBosSaracenDitangkap Trending Topic, Netizen Bikin Polling Prof Nadirs Dipanggil Polisi

Netizen masih ramai mengomentari Permadi Arya atau populer dengan nama Abu Janda setelah tindakan Facebook memblokir akun dan fanspage miliknya.

Akun dan Fanspage Abu Janda dianggap berkaitan dengan saracen. 

Facebook menegaskan, dalam daftar blokir tersebut, akun Permadi Arya termasuk dari lima akun yang masuk dalam daftar Saracen. 

Keempat nama akun lainnya yang diblokir yakni Kata Warga, Darknet ID, Berita Hari Ini dan Ac Milan Indo.

Tanda pagar (tagar) #KapanBosSaracenDitangkap pun jadi trending topic di media sosial Twitter.  

Akun @Cakkhum misalnya yang mengaitkan dengan keputusan Presiden mencabut remisi bagi I Nyoman Susrama, narapidana kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa.

"~ Dia yang beri remisi dalam Keppres Nomor 29 Tahun 2018, tgl 7 Desember
~ Dia yang batalkan remisi itu
~ Dia yang dianggap Pahlawan

Ah lagu lama.
#KapanBosSaracenDitangkap," cuitnya. 

Sejurus akun @RajaPurwa bikin polling terkait cuitan Rais Syuriah PCI NU Australia, Prof. Nadirsyah Hosen bahwa pemerintah sengaja menciptakan sosok Abu Janda.

"Polling Bro! 
Siapa yang setuju Prof Nadirs dipanggil polisi tuk dimintai keterangan atas pernyataannya yaitu keterlibatan pemerintah atas penciptaan tokoh saracen, Abu Janda sesuai hasil identifikasi FB

Setuju -RT ato Like
Setuju Sekali -RT&Like," tulisnya. 

Ada juga netizen menertawakan ancaman Abu Janda akan menuntut Facebook RP 1 triliun.

"Si Abu Janda Mau Nuntut Facebook 1.T, Jadi Ngakak Gw.

Kaya Ngerti 1.T Saja, Memang 1.T Nolnya Berapa ? Hehe
Loe Waras Cuk...!!!

#KapanBosSaracenDitangkap," kicau Dewo.PB dengan akun @putrabanten80. 

Netizen dengan akun @Nabilla_002 tak kalah nyinyir menanggapi kepanikan Abu Janda karena akun Facebooknya diblokir. 

"Njir koar" paling kenceng ...
giliran dihapus akunnya panik 😃🤣

Bro @permadiaktivis malu ga ?? Klo orang normal malu kecuali... #KapanBosSaracenDitangkap" cuitnya tanpa memperjelas lagi.[rmol]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM

Ratusan Kotak Suara Kardus Dijemur Setelah Terendam Air di Cirebon

Ratusan kotak suara yang tersimpan di gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon, Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, basah tergenang air setelah hujan deras mengguyur Cirebon, pada Jumat 8 Februari 2019, malam.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Saefudin Jazuli mengatakan, diperkirakan setidaknya ada 300 kotak suara yang basah. Pihaknya kemudian langsung melakukan pernyortiran dan menjelmur kotak suara tersebut.

"Ada ratusan, sekitar 300 kotak suara," katanya, Sabtu (9/2/2019).

Dirinya menambahkan, dari beberapa kotak suara yang basah, sebagian lagi ada yang mengalami kerusakan. Namun, saat ini belum bisa diidentifikasi kerusakannya. Basahnya kotak suara itu, sambungnya, baru diketahui setelah hujan reda.


"Saat ini sedang dijemur dulu, sebagai langkah awal penyelamatan," ujarnya.

Ia sendiri memprediksi, jika penjemuran kotak suara tersebut, bisa memakan waktu dua hari, atau sampai hari Minggu mendatang. Ia menjamin, pihaknya akan mengganti kotak suara itu dengan yang baru. [okz]
SUMBER © OPOSISINEWS.COM
loading...
© Copyright 2019 OposisiNews | All Right Reserved